twitter rss

Pengalaman Terburuk Jadi Anak Band, SET14 Band, (Black Oktober)


Personelnya ada yang jadi pengangguran dan kembali menjadi kuli bangunan serta dikejar hutang.

Pupus sudah harapan para personel Set14 band untuk mengubah nasib mereka menjadi lebih baik secara ekonomi. Para personelnya Barley (vokalis), Ari (gitar), Andre (drum), Gigun (gitar) dan Aldo (bas) harus kembali ke kampung halaman mereka di Lampung.

Hal tersebut lantaran, pemasukan mereka dari Ring Back Tune (RBT) atau Nada Sambung Pribadi (NSP) sudah tidak bisa menopang biaya hidup di Jakarta. Barley dan Ari harus kembali menjadi tukang batu dan kuli bangunan, Andre pun menjadi pengangguran setelah profesinya sebagai guru ditinggalkan, Gigun kembali mengurus usaha kecil-kecilan dan Aldo yang melanjutkan perjuangan mencari kerja setelah lulus dari jurusan kedokteran.

Semenjak Kementrian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengeluarkan kebijakan baru tentang regulasi NSP atau RBT medio Oktober 2011 lalu yang dikenal dengan sebutan 'Black October', perekonomian para personel Set14 langsung morat-marit secara bertahap. Dahulu, mereka dapat menerima penghasilan sampai Rp40 juta per tiga bulan dari pembagian keuntungan RBT atau NSP, kini Rp10 juta pun tidak sampai ke kantong mereka.

Saat RBT dan NSP menemui masa keemasannya, selain mendapatkan kompensasi keuntungan dari unduhan RBT atau NSP, popularitas band asal Lampung tersebut melonjak dan dapat memperoleh penghasilan tambahan kurang lebih Rp30 juta per bulan dari hasil manggung. Namun kini hampir tidak ada acara yang menggunakan jasa mereka menghibur penonton di atas panggung.

"Kami memang mengawali band dari hobi. Pertemanan membawa kami akhirnya masuk dapur rekaman di Jakarta. Semua kami lakukan untuk mengubah nasib secara ekonomi," ujar Aldo, drummer Set14 band yang dihubungi Beritasatu.com beberapa waktu lalu.

Cita-cita setinggi langit pun digantungkan anak-anak Set14 band. Apalagi album perdana mereka saat masih mengusung nama ST14 laris manis di lapak bajakan. Popularitas mereka di Lampung semakin menjulang. Hal itulah yang akhirnya membuat Nagaswara memboyong grup band yang berasal dari para pecinta Charlie ST12 itu ke Jakarta. Mereka kemudian mengubah nama bandnya menjadi Set14.

Nama band tersebut sempat bermasalah dengan band bentukan Charlie yang keluar dari ST12 dan membentuk band Setia. Charlie dianggap mengikuti nama band Set14. Namun kemudian masalah tersebut dapat diselesaikan dengan kekeluargaan.

Di tahun 2010, nama band Set14 cukup dikenal di kalangan masyarakat lantaran lagu-lagu mereka yang mirip dengan ST12. Pendapatan mereka melonjak dari unduhan RBT dan NSP.

"Hampir Rp50 juta per tiga bulan," ujar Aldo mengenang masa kejayaan mereka. Saat itu single mereka yang berjudul Secepat Itu dan Jodoh Tak Kemana laris manis diunduh masyarakat, meskipun belum dapat menyaingi pendapatan artis-artis Nagaswara lainnya seperti Wali band.

"Pencapaian itu bagi kami sudah cukup baik. Apalagi uang puluhan juta tersebut dapat kami bagi dengan rata dan sedikit mengubah kehidupan kami," ujar Aldo yang mengaku saat itu sangat optimis band Set14 dapat menjadi salah satu band yang diperhitungkan di blantika musik tanah air.


Kehidupan ekonomi membaik

Dengan penghasilan yang diperoleh dari pembagian keuntungan RBT dan NSP, mereka dapat hidup di Jakarta dan menyewa rumah kontrakan sederhana sebagai home base agar mudah untuk melakukan perjalanan tur.

Kehidupan perekonomian yang membaik membuat Barley dan Ari sudah membayangkan terbebas dari profesi mereka sebagai tukang batu dan kuli bangunan. Andre juga sudah tak lagi mengajar sebagai guru SD lantaran mengundurkan diri. Ia memilih untuk berkonsentrasi dengan aktivitas barunya sebagai anak band. Gigun pun meninggalkan bisnis home recording di Lampung begitu pula dengan Aldo yang cuti sementara dari tempat kuliahnya.

Harapan untuk masa depan yang lebih baik terbentang luas begitu mengetahui penghasilan mereka dari unduhan RBT dan NSP dirasa menjanjikan. "Waktu itu kami memimpikan seperti band Wali yang berhasil mendapatkan jutaan unduhan sehingga berpengaruh terhadap kehidupan mereka secara ekonomi," ujar Aldo panjang lebar.

Selama di Jakarta, Set14 band kerap melakukan tur ke daerah-daerah dan berhasil meraup pendapatan puluhan juta rupiah dalam setiap bulannya. "Secara ekonomi kami sangat terbantu sekali," ujar Aldo lebih lanjut.

Sejak awal memang pihak recording company mengenjot penjualan RBT dan NSP daripada fisik sebab pembajakan yang sudah tidak bisa dikontrol lagi.


Kehidupan menjadi lebih sulit

Seperti kata pepatah, roda itu berputar, begitupula dengan yang dialami anak-anak Set14 band. Bermula dari kehidupan penuh keprihatinan, mereka meretas asa untuk mengubah nasib. Sempat merasakan nikmatnya memiliki pendapatan yang mencukupi, kini mereka hari kembali terpuruk dan pulang ke kampung halaman mereka di Lampung.

Menurut Aldo, kondisi perekonomian anak-anak Set14 band lebih memprihatinkan daripada sebelum meninggalkan lampung. Barley dan Ari harus kembali menggunakan fisik mereka menjadi kuli bangunan. Itu pun belum tentu mendapatkan proyek secara rutin lantaran sudah lama meninggalkan pekerjaan mereka.

"Kasihan si Barley. Ia terlilit hutang lumayan banyak untuk keperluan sehari-hari dan membayar sewa tempat tinggal. Pihak peminjam uang sampai ngejar-ngejar Barley," ujar Aldo.

"Apalagi sekarang istrinya sedang hamil," imbuhnya.

"Kalau Andri sekarang jadi pengangguran. Ia belum tahu mau kerja di mana lagi, setelah profesinya sebagai guru SD ditinggalkan karena ingin konsentrasi jadi anak band," lanjut Aldo.

Sementara itu, menurut Aldo, Gigun harus kembali berjuang menghidupkan usaha home recording yang ia tinggalkan selama berada di Jakara dan berkonsentrasi membesarkan Set14 band. "Dia juga belum lama menikah. Ya karena kondisi ekonomi sedang morat marit, jadi pernikahannya berlangsung dengan sederhana dan penuh keprihatinan," tutur Aldo.

Aldo sendiri lebih beruntung. Saat Set14 band vakum, ia berhasil menyelesaikan pendidikannya sebagai seorang dokter. Kini ia bolak balik Lampung-Batam untuk menuntaskan tugasnya sebagai seorang dokter baru.


Optimis, ingin tetap bermusik

Meski saat ini kehidupan para personel Set14 kembali memprihatinkan, namun masih tersisa semangat untuk bermusik. Seperti yang diakui Aldo, Set14 tidak bubar namun hanya vakum untuk sementara waktu.

"Kami masih bertemu meski tidak terlalu sering. Kami masih berusaha untuk menciptakan lagu sebab kami optimis masa keemasan RBT atau NSP akan kembali ada," ujar Aldo.

Aldo juga berharap agar pemerintah kembali membuat kebijakan untuk menghidupkan cita-cita Set14 band dan musisi-musisi lain yang terkena imbas dari kebijakan pemerintah Oktober tahun lalu.

Bagi Aldo yang terpenting, pemerintah dapat membantu membuat citra NSP dan RBT tidak menakutkan, seperti dapat menyedot pulsa tanpa sepengatahuan masyarakat.

"Ini menyangkut perut banyak orang juga. Meski kecewa dengan peraturan baru namun kami berharap pemerintah bisa membantu kami dengan kebijakan mereka," ujar Aldo.

"Kami juga berharap para content provider yang nakal segera mendapatkan hukuman yang setimpal," pungkasnya.

Poskan Komentar

Seminar Evaluasi KKN


Seminar Eva Kel I

Poskan Komentar

Proposal Bantuan Studi

contoh proposal bantuan studi

Perihal            :     Permohonan Bantuan Studi
(Penelitian Skripsi)



Kepada
Yth. Bapak Plt. Bupati Bombana
                                    Di-
                                                Rumbia

Dengan hormat,
Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Bersama ini saya sampaikan bahwa, saya adalah salah seorang mahasiswa asal Kabupaten Bombana Kecamatan Kabaena Tengah yang sedang menuntut ilmu pada Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Haluoleo Kendari – Sulawesi Tenggara, program Reguler Sore  (S-1) semester Delapan (VIII). Saat ini saya tinggal di jl.ahmad yani.wua-wua kendari
Sehubungan kebutuhan akan peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) dan kepedulian pemerintah pada bidang pendidikan yang tertuang pada pembahasan anggaran 2011, maka dari itu saya mengajukan permohonan bantuan studi kepada bapak demi kelancaran proses penyelesaian studi kami. Dan sebagai bahan pertimbangan, bersama ini kami lampirkan :
1.      Proposal bantuan studi.
2.      Proposal Penelitian skripsi
3.      Surat keterangan aktif kuliah dari Fakultas.
4.      Rekomendasi Penyelesaian studi dari Fakultas.
5.      FotoCopi Keterangan Usulan Judul Skripsi dari Jurusan.
6.      FotoCopi Keterangan Kesediaan Pembimbing dari Dosen.
7.      FotoCopi Kartu Tanda Mahasiswa Universitas Haluoleo.
8.      FotoCopi Bukti Pembayaran SPP semester berjalan.   
Demikian permohonan ini dibuat atas perhatian dan Bantuan Bapak, diucapkan banyak terima kasih.
Wassalamu AlaIkum wr.wb                                                                                              
Kendari,        Maret 2011
Yang bermohon,
       

SUMARYONO


R E K O M E N D A S I
Nomor :    /H29.3/PP/2011


Yang bertanda tangan dibawah ini Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Haluoleo menerangkan bahwa :
Nama                              : SUMARYONO
Tempat tanggal lahir    : EEMOKOLO, 13 Desember 1986
Stambuk                         : C1B2 08 092
Fakultas/Jurusan          : FISIP/ SOSIOLOGI
Alamat                           : Jl. HEA Mokodompit.
Adalah benar mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Haluoleo dan sementara dalam proses penyelesaian studi akhir.

Demikian rekomendasi ini kami berikan kepada yang bersangkutan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.



Kendari,        Maret 2011


a.n Dekan
Pembantu Dekan I,




Drs. Armada Sida, M.Si.
 NIP. 19651009 199402 1 001

SURAT KETERANGAN AKTIF KULIAH
Nomor :            /H29.3/PP/2011


Yang bertanda tangan dibawah ini Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu PolitikUniversitas Haluoleo menerangkan dengan sesungguhnya bahwa        :

Nama                                            : SUMARYONO
Tempat tanggal lahir                  : Eemokolo
Stambuk                                       :
Fakultas                                       : Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Jurusan                                         :
Semester                                      :
Alamat                                          : Jl. HEA Mokodompit.

Mahasiswa tersebut benar-benar terdaftar dan aktif mengikuti kegiatan akademiktahun 2010/2011dan Orang tua / wali anak tersebut adalah   *)  :

Nama                                            : Suddin.D
NIP / NRP / NPP  *)                    : -
Instansi / Pekerjaan    *)            : Petani
Alamat                                         : Kecamatan Kabaena Tengah Kab. Bombana

Demikian Surat Keterangan Aktif Kuliah ini dibuat dengan sebenarnya untuk digunakan sebagaimana mestinya.

                                                                        Kendari,       Maret 2011


        a.n  D e k a n
Pembantu Dekan I,



Drs. Armada Sida, M.Si
NIP. 19651009 199402 1 001


Lampiran :   URAIAN PROSES PEMBIAYAAN
DALAM RANGKA PENYELESAIAN AKHIR STUDI
JURUSAN ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI.
No.    Jenis Pembiayaan    Harga
1    Biaya seminar proposal + Foto Copy (FC)    Rp. 1.000.000
2    Biaya Penelitian awal dan akhir    Rp. 1.000.000
3    Pembelian Referensi    Rp. 500.000
4    Biaya Ujian Hasil Penelitian + FC    Rp. 1.000.000
5    Biaya ujian Skripsi + FC    Rp. 1.500.000
6    Biaya Wisuda & Pengurusan Ijazah    Rp. 1.500.000
7    Biaya Pengetikan dan Print    Rp. 800.000
8    Biaya Transportasi    Rp. 500.000
Jumlah    Rp. 7.800.000
Terbilang : Tujuh Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah

Mengetahui :                                                                        Kendari,      Maret 2011
Pembantu Dekan I,                                                              Yang bermohon,




Drs. Armada Sida, M.Si                                                        Sumaryono
NIP. 19651009 199402 1 001                                          


Poskan Komentar

Permohonan Bantuan Dana Penyelesaian

Proposal Baz

Poskan Komentar

Proposal Permohonan Bantuan Pendidikan (S2)

PROPOSAL
PERMOHONAN  BANTUAN  PENDIDIKAN (S2)


I.  Latar Belakang
   
Undang-undang No 22 tahun 1999 tentang Otonomi daerah menuntut kita untuk terus berpacu dalam pembangunan daerah masing-masing agar mampu bersaing dengan daerah lain yang ada di seluruh wilayah Indonesia untuk itu diperlukan Sumber Daya Manusia yang handal dan berkualitas agar dapat mengolah potensi daerah secara berimbang dan berkesinambungan.
Tentunya dalam merealisasikan semua itu dibutuhkan Sumber Daya Manusia yang handal dalam segala  sektor pengetahuan, karena keniscayaan pembangunan sebuah daerah atau teritorial sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia yang handal pula. Kesiapan Sumber Daya Manusia tentunya akan segera bersinergi dengan potensi sumber Daya Alam. Potensi Sumber Daya Alam yang ada tentunya harus dikelola sebaik-baiknya dan prasyarat untuk itu kesiapan sumber daya manusia yang ada pula.
Olehnya peran pemerintah dan masyarakat yang sangat dominan dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia yang ada di daerahnya melalui penyediaan sarana pendidikan yang memadai. Sangat mustahil kesiapan Sumber Daya Manusia bisa dimanfaatkan jika tidak memiliki prasyarat yang tidak memadai.
Problem yang kadangkala dihadapi di daerah dalam rangka mempercepat pembangunan karena kurangnya ketersediaan sumber  daya manusia yang memadai. Tentunya problem ini dapat saja diantisipasi jika terjadinya sinergi antara pemerintah daerah dan masyaratkat untuk memikirkan pembangunan daerah. Komitmen bersama ini tentunya akan sepaham jika kemudian adanya kesiapan pemerintah dalam rangka menggenjot sektor pendidikan demi terciptanya pembangunan daerah secara merata pada semua sektor.
II.  Maksud dan Tujuan
        Diharapkan dengan selesainya pendidikan yang ditempuh akan tersedia tenaga yang profesional di bidangnya yang memiliki sumber Daya Manusia yang memadai guna mengelola  potensi yang ada di daerahnya.

III. Dasar Pertimbangan
Sebagai dasar pertimbangan Bapak, bersama ini saya lampirkan Foto Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), Foto Copy Kartu Mahasiswa, Foto Copy Slip SPP, Foto Copy Kartu Rencana Studi (KRS), Foto Copy Kartu Hasil Studi (KHS), Foto Copy Rekening, Surat Keterangan Ekonomi Lemah dan Surat Keterangan Aktif Kuliah.
IV. Anggaran/ Biaya
        Adapun biaya yang dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan (study) S2 di Jurusan Ilmu-Ilmu Pertanian Pasca Sarjana. Sebagaimana Terlampir.
VI. Penutup
        Demikian permohonan bantuan dana ini saya ajukan atas bantuan dan perhatian dari Bapak sangat saya harapkan demi melanjutkan pendidikan S2  Program Study Ilmu-Ilmu Pertanian  Pasca Sarjana di Universitas Tadulako. Atas bantuan dari Bapak sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.


Palu,  Desember  2011
HORMAT SAYA
YANG BERMOHON


...........
..................


Nomor          :     ISTIMEWA
Lampiran     :    1 (Satu) Eksemplar
Perihal          :    Permohonan Bantuan Dana Pendidikan S2 di Pasca Sarjana Untad

Kepada Yth.
GUBERNUR  PROPINSI  SULAWESI TENGAH
Cq. Biro Keuangan Propinsi Sulawesi Tengah
Di-
          P A L U

Assalamu Alaikum War. Wab.

Teriring salam dan do’a semoga dalam aktivitas keseharian kita selalu dalam lindungan dan limpahan rahmat Allah SWT. Amin.

Sehubungan dengan proses studi pada Pasca Sarjana Universitas Tadulako  Program  studi Ilmu-Ilmu Pertanian (S2) yang sedang saya laksanakan, namun masih mengalami kendala dalam hal pembiayaan, olehnya itu  saya memohon kepada Bapak/Ibu kiranya dapat membantu dalam hal pendanaan. (Estimasi Anggaran Terlampir).

Sebagai bahan pertimbangan Bapak bersama ini saya lampirkan :
1.    Foto Copy KTP
2.    Foto Copy Kartu Mahasiswa
3.    Foto Copy Kartu Hasil Studi (KHS)
4.    Foto Copy Kartu Rencana Studi (KRS)
5.    Surat Keterangan Aktif Kuliah
6.    Surat Keterangan Tidak Mampu
7.    Foto Copy Slip Pembayaran SPP
8.    Foto Copy Rekening Pribadi
9.    Anggaran yang dibutuhkan

Demikian Proposal Permohonan  ini disampaikan, atas perhatian dan bantuannya diucapkan terima kasih.

Wallahul Musta’an
Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

Palu, 10 Desember 2011
HORMAT SAYA
YANG BERMOHON


....................
.........................



Nomor           :     ISTIMEWA
Lampiran      :     1 (Satu) Eksemplar
Perihal         :     Permohonan Pencairan Bantuan Dana Pendidikan S2

Kepada Yth.
GUBERNUR  PROPINSI  SULAWESI TENGAH
Cq. Biro Keuangan Propinsi Sulawesi Tengah
Di-
          P A L U

Assalamu Alaikum War. Wab.

Teriring salam dan do’a semoga dalam aktivitas keseharian kita selalu dalam lindungan dan limpahan rahmat Allah SWT. Amin.

Sehubungan dengan keberlangsungan proses studi pada Program Studi Magister Ilmu-ilmu Pertanian Pasca Sarjana Universitas Tadulako, yang masih mengalami kendala dalam pembiayaan, olehnya itu  saya memohon kepada Bapak/Ibu Agar kiranya dapat membantu mencairkan Dana dari  proposal Bantuan dana Pendidikan S2 yang telah saya ajukan. (Estimasi Anggaran Terlampir).

Demikian Surat/Proposal Permohonan Pencairan Dana Pendidikan S2  ini  disampaikan, atas bantuannya diucapkan terima kasih.

Wallahul Musta’an
Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

Palu, 12 April  2012
HORMAT SAYA
YANG BERMOHON


.........................
...........................









PROPOSAL


PERMOHONAN BANTUAN DANA PENDIDIKAN S2
JURUSAN ILMU-ILMU PERTANIAN
UNIVERSITAS TADULAKO











TAHUN AJARAN
2011
PROPOSAL


PERMOHONAN BANTUAN DANA PENDIDIKAN S2
JURUSAN ILMU-ILMU PERTANIAN
UNIVERSITAS TADULAKO











TAHUN AJARAN
2012

Poskan Komentar

Makalah Sosiologi Pertanian


PENDAHULUAN

a.    Latar belakang
Ekonomi pertanian sering disamakan dengan ekonomi pedesaan,tetapi ini hanya berlaku jika penduduk desa terutama hidup dari pertanian saja. Semakin sedikit kehidupan penduduk di desa ditandai oleh kegiatan pertanian, semakin pantas ekonomi pertanian dipisahkan dari ekonomi pedesaan.sehingga ekonomi pertanian merupakan ilmu yang mempelajari tentang pertanian sebagai mata pencarian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat itu sendiri
Pertanian indonesia adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dengan metode pembudidayaan bawang merah. Kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil yang lebih baik untuk peningkatkan ekonomi masyarakat.
 bawang merah merupakan tanaman yang tumbuh tegak dengan tinggi antara 15-50 cm, membentuk rumpun dan termasuk tanaman semusim. Perakarannya berupa akar serabut yang tidak panjang dan tidak terlalu dalam tertanam dalam tanah. Seperti juga bawang putih, tanaman ini termasuk tidak tahan kekeringan (wibowo, 1994).

Batang pada bawang merah merupakan batang semu yang berbentuk dari kelopak-kelopak daun yang saling membungkus. Kelopak-kelopak daun sebelah luar selalu melingkar menutup daun yang ada didalamnya (tim bina karya tani, 2008).
Daun bawang merah bentuknya seperti pipa, yakni bulat kecil memanjang antara 50-70 cm, berlubang, bagian ujungnya meruncing, berwarna hijau muda sampai hijau tua, dan letak daun melekat pada tangkai yang ukuranya relatif pendek (rukmana, 1994).

Pada dasarnya bawang merah dapat membentuk bunga tetapi biasanya sulit menghasilkan bunga, terutama jika kondisi lingkungannya tidak memungkinkan untuk pembentukan bunga. Bunga bawang merah merupakan bunga majemuk berbentuk tandan yang bertangkai dengan 50-200 kuntum bunga. Tangkai tandan bunga ini sangat panjang, lebih tinggi dari daunnya sendiri dan mencapai 30-50 cm. Sedangkan kuntumnya juga bertangkai tetapi pendek, antara 0,2-0,6 cm. Bunga bawang merah termasuk bunga sempurna yang tiap bunga terdapat benang sari dan kepala putik. Biasanya terdiri dari 5-6 benang sari (wibowo, 1994).
    tanaman bawang merah cocok ditanam pada tanah yang datar atau sedikit miring. Tanah untuk tanaman bawang merah harus mengandung air tetapi tidak boleh tergenang seperti halnya di dataran-dataran rendah dekat pantai pada umumnya. Tanaman bawang merah yang sering tergenang oleh air akan mengalami pembusukan umbi dan mudah terserang penyakit (tim bina karya tani, 2008).

   
TUJUAN DAN KEGUNAAN

Dalam kegiatan praktek lapang yang dilakukan di desa jono oge memiliki beberapa poin tujuan dan kegunaan yaitu sebagai berikut :
1.    Agar mahasiswa fakultas pertanian unisa palu, mampu melakukakan pengamatan secara langsung dalam  mengaplikasikan materi perkuliahan khusus di bidang sosiologi pertanian
2.    Mengembangkan pola pikir,intelektual dan keterampilan mahasiswa secara komprehensif dalam kegiatan kegiatan usaha sosiologi pertanian
3.    Menjadikan mahasiswa pertanian yang memiliki pola pikir yang maju serta dapat mengembangkan pertanian dengan metode pengembangan yang profesional.
   
Adapun kegunaan dari  praktek  lapang  yang dilakukan di desa jono oge yaitu :
1.    Dapat mengetahui cara pembudidayaan dan sejauh mana prospek /peluang usaha bertani bawang merah.                                                                                                                                                                                                                                                                           
2.    Bisa lebih mengenal dan mencintai lingkungan termaksud di dalamnya kehidupan  sebagai petani dan mampu beradaptasi bagaimana kehidupan seorang petani.
3.    Untuk sebagai bahan informasi dan pengetahuan serta keterampilan mahasiswa fakultas pertanian unisa palu.

TINJAUAN PUSTAKA

Usaha pertanian bawang merah
    bawang merah merupakan tanaman yang tumbuh tegak dengan tinggi antara 15-50 cm, membentuk rumpun dan termasuk tanaman semusim. Perakarannya berupa akar serabut yang tidak panjang dan tidak terlalu dalam tertanam dalam tanah. Seperti juga bawang putih, tanaman ini termasuk tidak tahan kekeringan (wibowo, 1994).
Batang pada bawang merah merupakan batang semu yang berbentuk dari kelopak-kelopak daun yang saling membungkus. Kelopak-kelopak daun sebelah luar selalu melingkar menutup daun yang ada didalamnya (tim bina karya tani, 2008).
Daun bawang merah bentuknya seperti pipa, yakni bulat kecil memanjang antara 50-70 cm, berlubang, bagian ujungnya meruncing, berwarna hijau muda sampai hijau tua, dan letak daun melekat pada tangkai yang ukuranya relatif pendek (rukmana, 1994).
Pada dasarnya bawang merah dapat membentuk bunga tetapi biasanya sulit menghasilkan bunga, terutama jika kondisi lingkungannya tidak memungkinkan untuk pembentukan bunga. Bunga bawang merah merupakan bunga majemuk berbentuk tandan yang bertangkai dengan 50-200 kuntum bunga. Tangkai tandan bunga ini sangat panjang, lebih tinggi dari daunnya sendiri dan mencapai 30-50 cm. Sedangkan kuntumnya juga bertangkai tetapi pendek, antara 0,2-0,6 cm. Bunga bawang merah termasuk bunga sempurna yang tiap bunga terdapat benang sari dan kepala putik. Biasanya terdiri dari 5-6 benang sari (wibowo, 1994).
Umbi sebagai produk akhir berada di dalam tanah bersama dengan akar. Besar kecilnya akar tergantung pada proses  fisiologis di dalam tanaman dan penyerapan hara dari dalam tanah. Walaupun demikian peranan iklim dan lingkungan tidak boleh diabaikan. Ada jenis bawang yang berumbi tunggal atau hanya menghasilkan satu umbi lapis dan ada pula bawang yang berumbi belah, pada prinsipnya bawang membentuk rumpun yang dapat dipisah-pisahkan (aak, 1998).


METODE PRAKTEK

Waktu dan tempat
    pelaksanaan praktek lapang dilaksanakan selama 1 hari (tanggal 25 juli 2011) bertempat di desa jono oge, kec. Biromaru, kab. Sigi.

Metode praktek
    praktek lapang dilakukan dengan cara wawancara langsung terhadap responden yaitu tanya jawab serta pengamatan langsung dilapangan terhadap peran ekonomi pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat  petani.


HASIL DAN PEMBAHSAN

Gambaran umum lokasi praktek
    kabupaten sigi terletak antara 00 52’ 16” ls – 20 03’ 21” ls dan 1190 38’ 45” bt – 1200 21’ 24” bt dan memiliki wilayah seluas 5.196,02 kilometer persegi terdiri atas 15 kecamatan dimana kecamatan kulawi  merupakan kecamatan terluas (1.053,56  km2) sedangkan kecamatan terkecil adalah kecamatan dolo yang hanya memiliki luas 36,05 km2.
Desa jono oge merupakan salah satu desa di wilayah kecamatan biromaru, kab. Sigi provinsi sulawesi tengah.
    secara administrative desa jono oge mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut :
    Sebelah utara berbatsan dengan  desa sidera
    Sebelah selatan berbatasan dengan  desa lolu

Keadaan penduduk
    jumlah penduduk desa jono oge sebanyak 1.364 jiwa yang terdiri dari laki-laki 707 jiwa dan perempuan 657 jiwa. Adapun agama yang dianutmayoritas  penduduk di desa jono ogeadalah agama islam. Kemudian mata pencaharian mereka sebagian besar adalah petani.

Keadaan petani
    indonesia merupakan negara agraris dengan memiliki tanah yang subur dan kelas masyarakat petani yang merupakan kelas terbesar.. Oleh karena jika ini dimaksimalkan dengan melihat klasifikasi kelas masyarakat indonesia yang sebagian besar merupakan kelas pekerja (petani) dengan lahan pertanian yang subur, rakyat indonesia akan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi dan negara akan bisa mandiri serta dapat berdiri diatas kakinya sendiri seperti cita-cita bapak proklamator “bung karno”.
   
Dari hasil praktek lapang, di desa jono oge, kec. Tengah, kab.sigi, provinsi sulawesi tengah. Kami dapat menyimpulkan bahwa, desa tersebut merupakan salah satu daerah yang mempunyai potensi pertanian yang dapat mensejahterakan perekonomian petani jika dikelola  dengan baik. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah uraian data yang diperoleh dari hasil praktek lapang di desajono oge.
    menurut bapak usman seorang petani di desa jono oge, bahwa  keadaan usaha pertanian didaerahnya memiliki banyak potensi, misalnnya dalam budidaya bawang goreng yang telah mereka tekuni. Denagn luas lahan yang beliau miliki adalah 0,826  ha, serta modal awal yang harus dipenuhi dalam usaha tersebut  adalah sejumlah rp 1.876.000- dengan berbagai peralatan yang diperlukan yaitu: pupuk (kg/ha) urea(72), tsp (93), kcl(76). Produksi (kg/ha):4.015.
Dalam  melakukan  pengolah lahan,.proses produksi yang mereka lakukan hanya dikerjakan oleh anggota keluarga yang berjumlah 3 orang. Adapun teknologi yang mereka gunakan dengan menggunakan  traktor. Pendapatan yang diperoleh dari usaha petani bawang merah tersebut tergantung dari hasil yang didapat pada satu musim panen serta harga yang di tawarkan oleh seorang tengkulak. Pada saat kami melakukan pengamatan,bawang tersebut belum dapat dipanen.
Penanganan pasca panen
_pemasaran
Pemasaran merupakan aspek yang sangat mendasar dalam mencapai keuntungan. Jika produksi besar, tetapi tidak memiliki sasaran pasar maka hasil produksi tidak akan bisa terjual. Oleh karena itu, sebelum melangkah ke usaha produksi sebaiknya pengusaha pertanian berpikir dan berorientasi ke aspek pemasaran terlebih dahulu. Jangan sampai ketika bawang sudah siap dipanen baru memikirkan sasaran pemasaran.
Pasar sangat penting untuk kelangsungan produksi. Jika kemampuan pasar untuk menyerap produksi sangat tinggi maka tidak menjadi masalah. Dengan penentuan harga jual yang tepat, keuntungan akan mudah diperoleh. Sebaliknya, bila pasar tidak menyediakan kemungkinan menyerap produk, mau tidak mau  usaha yang dirintis akan mengalami kerugian.
Jika produksi telah berjalan maka keberhasilan pengusaha  pertanian ditentukan oleh kemampuannya dalam menganalisis dan mengantisipasi pasar. Perubahan dan perkembangan yang terjadi di pasar sebaiknya dapat dianalisis secara akurat. Pengusaha yang ingin maju harus selalu tanggap terhadap hal ini.


Ada beberapa hal yang harus diketahui oleh seorang pengusaha pertanian sebelum melangkah ke aspek pemasaran. Hal tersebut adalah sasaran pemasaran, persaingan, dan srategi pemasaran.
1)    Sasaran pemasaran
Sasaran pemasaran berkaitan erat dengan pemilihan jenis ikan yang akan diproduksi. Ada beberapa pertanyaan yang harus terjawab dengan baik. Siapa konsumen yang dituju? Berapa besar kira-kira permintaannya? Apa yang menjadi motif masyarakat membeli bawang? Cocokkah  produksi kita dengan selera masyarakat? Semuanya tergantung pada keadaan sosial konsumen dan daya belinya.
2)    Persaingan
Persaingan merupakan suatu hal yang wajar dalam bidang usaha. Apalagi dibidang usaha pertanian karena umunya bidang ini tidak mengenal mononpoli. Jadi, semua produk pertanian bersaing bebas di pasaran. Oleh karena itu, usaha untuk menghadapi dan mengatasi persaingan harus dipikirkan agar produksi kita laku di pasaran.
3)    Srategi pemasaran
Maksud dari strategi pemasaran adalah suatu tindakan penyesuaian sebagai reaksi terhadap situasi pasar dengan berdasarkan pertimbangan yang wajar. Tindakan-tindakan yang diambiltersebut merupakan pendekatan terhadap berbagai faktor, baik dari luar maupun dari dalam. Faktor luar berdasarkan konsumen yang dituju. Sementara faktor dalam berdasarkan produksi yang dihasilkan.

PENUTUP

Kesimpulan

 dari hasil pembahasan tersebut di atas  penyusun dapat simpulkan bahwa petani bawang goring yang ada di desa jono oge

Saran
    ada beberapa saran yang dapat saya tuliskan dengan hasil praktek lapang yang kami laksanakan di desa jono  oge  antara lain sebagai berikut :
1.    Saran dari penulis laporan ini agar supaya masyarakat yang ada di desa jono oge mengaktifkan kembali koperasi yang ada di desa tersebut.
2.    Di perlukan kerja sama antara masyarakat desa jono oge dengan pemerintah atau instansi yang terkait guna untuk mengembangkan hasil pendapatan petani masyarakat jono oge.

DAFTAR PUSTAKA

Data monografi desa, 2011. Mengenai batas wilayah, keadaan penduduk, potensi pertanian,             usaha tani, dan lain-lain. Desa jono oge, kec. Biromaru, kab.sigi

 aak, 2004. Pedoman bertanam bawang, kanisius, yogyakarta.

 ferdinanta, s. 2009. Pertumbuhan dan produksi bawang merah varietas tuk-tuk asal biji dengan perlakuan pupuk cair dan jarak tanam

 gunawan, d. 2010. Budidaya bawang merah. Agritek. Jakarta


DAFTAR ISI

                                                                                                                          
Kata pengantar        i       
Daftar isi        ii           

Pendahuluan       
latar belakang        1           
tujuan dan kegunaan        3
Tinjauan pustaka
usaha pertanian bawang merah        4   
Metode praktek   
waktu dan tempat        5
           
Hasil dan pembahasan
gambaran umum lokasi praktek        6
keadaan penduduk        6
keadaan petani            7
penanganan pasca panen        8
Penutup
kesimpulan        9
saran        9

Daftar pustaka

   

Poskan Komentar

Makalah Budidaya Tanaman Hortikultura

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
     Pada umumnya, tanaman hortikultura dan tanaman perkebunan adalah jenis tanaman yang dinilai baik bagi para petani untuk dibudidayakan. Selain karena sesuai dengan lahan pertanian dan menjadi komoditas yang banyak tersebar diberbagai wilayah, pergiliran tanaman-tanaman hortikultura dapat dilakukan setiap tahunnya, sesuai permintaan pasar yang seringkali berubah-ubah. Demikian halnya tanaman perkebunan yang dengan sekali penanaman dapat hidup bertahun-tahun sehingga dapat terus memberi penghasilan yang dapat membantu meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan para petani.
     Budidaya hortikultura merupakan suatu rangkaian kegiatan pertanian dariawal penanaman hingga penanganan pasca panen. Secara umum budidayahortikultura meliputi: tanaman sayuran (vegetable crops); tanaman buah ( fruit crops);dan tanaman hias (ornamental crops). Kegiatan hortikultura mencakup aspek  produksi dan penanganan pasca panen yaitu: teknologi perbanyakan, penanaman, pemeliharaan, panen serta pasca panen. Luas lahan pertanian untuk lahan tanamanhortikultura di dunia adalah sangat kecil bila dibandingkan dengan luas lahantanaman lain seperti serealia (biji-bijian) yaitu kurang dari 10%. Hal tersebutdisebabkan oleh banyak faktor yang menjadi kendala dalam pengembangankomoditas hortikultura yaitu: 1) lemahnya modal usaha, 2) rendahnya pengetahuan,3) harga produk hortikultura sangat berfluktuasi, sehingga resiko besar, 4) umumnya prasarana transportasi kurang mendukung, 5) belum berkembangnya agroindustriyang memanfaatkan hasil tanaman hortikultura sebagai bahan baku. Sistem produksitanaman hortikultura dapat dikelompokkan atas tujuh sistem produksi. Ketujuh sistem produksi tersebut dari sistem yang hampir tanpa pengelolaan sampai sistem dikeloladengan intensif, masih terdapat di Indonesia, yang meliputi: sistem pekarangan,sistem agroforesty, sistem monokultur skala kecil, sistem tumpang sari, sistem perkebunan, sistem produksi hortikultura semusim, sistem produksi intensif, dansistem produksi hortikultura organik.   
1.2  Tujuan dan Kegunaan
Dalam kegiatan praktek lapang yang dilakukan di Desa Sidera memiliki beberapa poin tujuan dan kegunaan yaitu sebagai berikut :
1.    Agar mahasiswa Fakultas Pertanian Unisa Palu, mampu melakukan pengamatan secara langsung dalam  mengaplikasikan materi perkuliahan khusus di bidang mata kuliah Budidaya Tanaman Hortikultura, serta melakukan praktek lapang di Desa Sidera dan melakukan Identifikasi Tanaman
Adapun kegunaan dari  praktek  lapang  yang dilakukan di Desa Sidera yaitu :
1.    Dapat mengetahui teknik-teknik Okulasi dan sambung pucuk


BAB II
METODOLOGI
2,1  Waktu dan Tempat
    Pelaksanaan praktek lapang dilaksanakan selama 2 hari (Tanggal 04 – 05  Februari 2012) bertempat di Desa Sidera, Kec. Biromaru, Kab. Sigi.
2.2     Metode Praktek
    Praktek lapang dilakukan dengan mendengarkan penjelasan tentang okulasi dan Sambung pucuk serta mempraktekkannya.


BAB III
PEMBAHSAN
3.1  Okulasi Dan Sambung Pucuk
a. Okulasi
     Menempel atau okulasi adalah menggabungkan mata tunas suatu tumbuhan pada batang tumbuhan lain. Tumbuhan yang akan ditempeli harus yang kuat. Tempel (okulasi) bertujuan menggabungkan dua tumbuhan berbeda sifatnya. Nantinya, akan dihasilkan tumbuhan yang memiliki dua jenis buah atau bunga yang berbeda sifat.
     Okulasi termasuk cara perbanyakan tanaman yang cukup populer. Pasti sudah banyak yang tahu cara okulasi. Hanya saja okulasi tak bisa sembarangan dilakukan. Harus tahu langkah-langkahnya. Pada dasarnya langkah Okulasi dapat di jelaskan sebagai berikut :
1.    Batang bawah disayat, berukuran lebar 1 cm panjang 2 cm kemudian ditarik kebawah hingga menyerupai lidah lalu baigain lidah dipotong separuhnya.
2.    Mata tunas (entres) pada cabang disayat bersama sebagian kayunya dari arah bawah keatas sepanjang 2 cm, kemudian bagian kayu dikelupas.
3.    Mata tunas (entres) ditempelkan / disisipkan pada celah sayatan batang bawah hingga benar-benar menyatu.
4.    Pada bidang tempelan (okulasi) dibalut dengan plastik bersih mulai dari tempelan bawah sampai keatas dan berakhir dibawah lagi.
5.    Pada umur 4-6 minggu setelah penempelan pembalut plastic dapat dibuka untuk mengetahui keberhasilannya.
6.    Apabila mata tempel menyatu dan berwarna hijau segar berarti okulasi berhasil, namun bila berwarna coklat sampai hitam dan kering berarti penempelan gagal.
Selain itu ada beberapa rahasia yang bisa mempengaruhi keberhasilan okulasi, ini dia :
1. Memilih mata
     Ketepatan memilih mata tunas yang akan ditempel merupakan salah satu kunci keberhasilan okulasi. Mata tunas yang dipilih harus yang berpotensi tumbuh. Ciri-cirinya? Pada tanaman jambu dan mangga, pilih mata tunas yang sudah keluar tunas kecil.
Sementara untuk tanaman lain, Adung alias Abdul Ghani menyarankan mata yang sama sekali belum bertunas. Untuk mangga dan duren sering diakali dengan cara perompesan/pelerengan. Caranya? Pangkas habis daun pada pucuk pohon mangga. Perompesan daun akan memacu tumbuhnya tunas baru. Nah, tunas baru itulah yang bisa dipakai.
2. Cara menyayat
     Perhatikan juga cara membuat sayatan batang induk dan batang atas. Kayu dari pohon induk tak boleh tersayat. Bahkan kambium, semacam lendir licin yang menempel pada kayu induk tak boleh hilang. Soalnya kambium berfungsi untuk lalu-lintas makanan dari daun ke tubuh tanaman. Kalau kambium hilang suplai makanan ke mata tempel tidak ada. Tunas baru pun tidak bakal tumbuh. Tak boleh ada kayu yang tertinggal di kulit mata tempel. Supaya mudah dalam membuat sayatan, potong cabang yang akan diambil mata tempelnya. Siapkan dulu mata tempel dari cabang atas. Baru kemudian sayat pohon induk. Tujuannya agar kambium tidak kering. Pakailah pisau yang tajam dan steril supaya hasil sayatannya rapi dan higienis.
3. Cara mengikat
     Mengikat mata tempel juga tidak boleh sembarangan. Ikatan harus rapat sampai angin tak bisa masuk ke tempelan. Harus pas, tidak boleh terlalu kencang tidak juga terlalu longgar. Kulit mata tunas menempel dengan sempurna sudah cukup. Kalau terlalu kencang, bisa tercekik. Mata tunas boleh ikut ditutup, boleh juga tidak ditutup. Mata tunas yang ditutup punya kelebihan. Gangguan dari luar, terutama air tidak bisa masuk. Tapi ikatan pada mata tunas tak boleh kencang. Supaya tunas bisa tumbuh. Kalau mata tunas tidak ditutup harus dipastikan air tidak menyentuh tempelan. Soalnya, entres bisa busuk kalau kena air.
4. Kecepatan kerja
     Sewaktu melakukan okulasi, kerja harus cepat. Sayatan di pohon induk tidak boleh terlalu lama di udara terbuka. Begitu juga dengan sayatan mata tempel. Kalau terlalu lama kambium pada kayu bisa kering. Agar kerja bisa cepat dan tak terganggu, sebaiknya siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan terlebih dahulu. Agar sewaktu bekerja tak lagi perlu cari-cari alat
yang dibutuhkan. Siapkan dulu mata tempel, baru sayat batang induk. Ada lagi cara untuk menyiasati kelambatan kerja. Bekerjalah di tempat yang teduh. Sebaiknya lakukan pada pagi atau sore hari. Terik matahari tentu akan mempercepat, kambium menjadi kering. Sebaiknya letakkan hasil okulasi di tempat teduh. Selain menghindari terik matahari, juga agar tak ada air yang masuk ke sambungan.
b. Sambung Pucuk
     Pengertian sambung pucuk sama saja dengan okulasi, tetapi carannya saja yang berbeda. Sambung pucuk dilakukan dengan menyambungkan batang bawah suatu tanaman dengan batang atas tanaman lain yang juga sejenis. Pada proses sambung pucuk yang perlu kita perhatikan adalah ukuran batang atas dan batang bawah harus sama.
     Berkebun buah-buahan yang perlu diperhatikan adalah mutu dan ketersediaan akan benih/ bibit tanaman. Pelaku usahatani/ pekebun bisa menyiapkan pembibitan secara mandiri, berikut cara dan langkah-langkah untuk melakukan penyambungan pada bibit mangga.

•    Memilih batang bawah yang diameter disesuaikan dengan besarnya batang atas.
•    Batang bawah dipotong setinggi 20-25 cm di atas permukaan tanah.
•    Batang bawah kemudian dibelah membujur sedalam 2-2,5 cm
•    Batang atas sepanjang 10-12.5 cm, kedua pangkal entres disayat sepanjang 2-2.5 cm hingga menyerupai huruf “ V “ atau baji.
•    Batang atas dimasukkan ke dalam belahan batang bawah. Perhatikan agar kambium entres bisa bersentuhan dengan kambium batang bawah.
•    Pengikatan dengan tali plastik, dari bawah keatas
•    Sungkup dengan kantong plastik bening/ plastik es.
•    Tanaman sambungan kemudian ditempatkan di bawah naungan agar terlindung dari panasnya sinar matahari.
•    Setelah sambungan umur 2-3 minggu, biasanya sambungan bertunas dan sungkup plastiknya dibuka 


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Cara perkembangbiakan vegetative dengan cara Okulasi dan Sambung Pucuk sanagat mengutungkan petani contohnya seperti mangga hutan yang di okulasi atau sambung pucuk dengan mangga kuini atau jenis mangga lainnya tentunnya keunggulan mangga hutan ini adalah tahan terhadap kekurangan air, namun dari buahnya sangat asam, sehingga di gabungkan dengan jenis mangga yang berbuah manis dan lebat./
4.2 Saran
          Ada beberapa saran yang dapat penulis tuliskan dengan hasil praktek lapang yang kami laksanakan di Desa Sidera  antara lain sebagai berikut :
1.    Saran dari penulis laporan ini agar kita semua dapat melakukan cara ini di rumah nanti. Karen cara ini sangat menguntungkan

Poskan Komentar

Makalah Ilmu Gulma

BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
     Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh di sekitar tanaman yang dibudidayakan dan kehadirannya tidak diinginkan karena dapat merugikan tanaman yang dibudidayakan.  Istiliah lain yang digunakan untuk gulma adalah herba, tanaman liar atau tumbuhan pengganggu.
     Gulma merupakan salah satu kendala utama usahatani di lahan pasang surut. Gulma yang merupakan pesaing tanaman dalam pemanfaatan unsur hara, air, dan ruang, ditaksir ada sekitar 120 jenis. Sebagian gulma juga menjadi tempat hidup dan tempat bernaung hama dan penyakit tanaman, serta menyumbat saluran air. Jenis gulma yang ditemukan di lahan pasang surut sangat dipengaruhi oleh tipe luapan. Pada lahan yang terus menerus tergenang, gulma yang paling banyak dijumpai adalah gulma air (eceng, semanggi, jajagoan, jujuluk), sedangkan pada lahan yang tidak tergenang, sebagian besar adalah gulma darat (alang-alang, gerintingan, babadotan, dll.). Pada lahan yang tergenang saat pasang besar saja, ditemukan baik gulma air maupun gulma darat. Secara umum, gulma dikelompokkan berdasarkan tipe daunnya, yakni (i) golongan berdaun pita, (ii) golongan teki, dan golongan berdaun lebar.
     Secara umum kerugian yang ditimbulkan gulma dapat dibagi menjadi dua, yaitu kerugian yang langsung dan tidak langsung. Kerugian langsung terjadi akibat kompetisi yang dapat mengurangi panen. Termasuk didalamnya adalah penurunan hasil panen, baik secara keseluruhan atau yang panennya saja dan penurunan kualitas hasil panenan sebagai akibat pencemaran oleh biji- biji gulma. Sedangkan kerugian yang tidak langsung terjadi akibat kompetisi yang dapat menimbulkan kerugian tetapi tidak secara langsung dari hasil panen, seperti gulma dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit tanaman.
1.2  Tujuan dan Kegunaan
Dalam kegiatan praktek lapang yang dilakukan di Desa Sidera memiliki beberapa poin tujuan dan kegunaan yaitu sebagai berikut :
1.    Agar mahasiswa FAKULTAS PERTANIAN UNISA PALU, mampu melakukakan pengamatan secara langsung dalam  mengaplikasikan materi perkuliahan khusus di bidang mata kuliah Ilmu Gulma, serta melakukan praktek lapang dan mewawancarai responden (petani) yang ada di Desa Sidera dan melakukan Identifikasi Gulma yang selalu menganggu tanaman. 
2.    Tujuan dari praktikum ilmu gulma yaitu untuk mengidentifikasi jenis-jenis   gulma yang tumbuh pada lahan pertanian yang ada di Desa Sidera
Adapun kegunaan dari  praktek  lapang  yang dilakukan di Desa Sidera yaitu :
1.    Dapat mengetahui jenis gulma yang selalu menggangu tanaman padi di Desa Sidera .

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Gulma
     Gulma merupakan salah satu kendala utama dalam usaha pembudidayaan suatu tanaman. Gulma dapat tumbuh dan berkembang dengan pesat di lahan tanaman budidaya sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya itu sendiri yang dapat mengakibatkan turunnya hasil panen baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
     Dari hasil pengamatan dan identifikasi gulma yang ada di lahan budidaya, gulma yang banyak tumbuh adalah gulma Cyperus rotundus. Gulma ini termasuk dalam golongan teki-tekian dengan klasifikasi sebagai berikut :
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Cyperales
Famili : Cyperaceae
Genus : Cyperus
Spesies : Cyperus rotundus L.
         Ciri morfologinya, antara lain berakar serabut yang tumbuh menyamping dengan membentuk umbi yang banyak, tiap umbi mempunyai mata tunas, batang tumbuh tegak dan berbentuk tumpul atau segitiga, memiliki ciri bentuk pita dengan pertulangan daun sejajar tidak mempunyai ligula atau aurikula, arah daun tersebar merata mengelilingi batang, serta penampang daun berbentuk huruf V. Gulma ini hampir selalu ada di sekitar tanaman budidaya karena dapat berkembangbiak melalui biji, umbi akar dan rhizoma yang sangat sulit untuk dikendalikan secara mekanis. Dalam persaingan dengan tanaman budidaya, gulma menghasilkan zat allelopati yang dapat meracuni atau menekan pertumbuhan tanaman budidaya.
Selain itu, pada lahan budidaya terdapat jenis gulma yang termasuk dalam golongan gulma berdaun lebar, yaitu Ageratum conyzoides dengan klasifikasi sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Orde : Asterales
Family : Asteraceae/Compositae
Trive : Eupatorieae
Genus : Ageratum
Spesies : Ageratum Conyzoides
         Ciri morfologinya, antara lain daun bertangkai, letaknya saling berhadapan dan bersilang (composite), helaian daun bulat telur dengan pangkal membulat dan ujung runcing, tepi bergerigi, panjang 1-10 cm, lebar 0,5-6 cm, kedua permukaan daun berambut panjang dengan kelenjar yang terletak di permukaan bawah daun, warnanya hijau. Batang bulat batang bulat, tegak berbulu, bercabang, dan berongga serta memiliki akar berupa akar tunggang dan berkayu. Gulma ini biasanya tumbuh pada akhir masa budidaya. Kompetisi terhadap tanaman utama berupa kompetisi cahaya. Guma ini berkembang biak melalui biji dan merupakan herba menahun, mempunyai daya adaptasi yang tinggi, sehingga mudah tumbuh di mana-mana dan sering menjadi gulma yang merugikan para petani.
2.2  Metodologi
1.    Waktu dan Tempat
    Pelaksanaan praktek lapang dilaksanakan selama 2 hari (Tanggal 04 – 05  Februari 2012) bertempat di Desa Sidera, Kec. Biromaru, Kab. Sigi.
3.    Metode Praktek
    Praktek lapang dilakukan dengan cara wawancara langsung terhadap responden yaitu Tanya jawab serta pengamatan langsung dilapangan terhadap varietas-varietas tanaman.


BAB III
PEMBAHSAN

3.1  Gambaran Umum Lokasi Praktek
Desa Sidera merupakan  salah satu Desa di wilayah Kecamatan Biromaru, Kab. Sigi Provinsi Sulawesi Tengah.   
3.2  Keadaan Penduduk
    Penduduk Desa Sidera di huni oleh penduduk asli kaili dan sebagaiannya adalah pendatang dari jawa, . Adapun agama yang dianut mayoritas  penduduk di Desa Sidera adalah Agama Islam. Kemudian mata pencaharian mereka sebagian besar adalah petani.
 Pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling mendasar, sehingga ketersediaan pangan khususnya beras bagi masyarakat harus selalu terjamin. Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat, maka masyarakat akan memperoleh hidup yang tenang dan akan lebih mampu berperan dalam pembangunaan.
Permasalahan pangan sepertinya tak pernah lepas dari kehidupan bangsa Indonesia, terutama petani yang merupakan masyarakat mayoritas Indonesia. Diantara berbagai masalah pangan yang sedang diderita Indonesia, ketergantungan terhadap bahan pangan tertentu misalnya beras dan gandum merupakan hal yang paling memprihatinkan karena menyebabkan ketahanan pangan nasional menjadi rapuh.
Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya hasil beras baik kualitas dan kuantitas adalah gangguan gulma. Gulma sebagai organisme pengganggu tanaman (OPT) termasuk kendala penting yang harus diatasi dalam peningkatan produksi padi di Indonesia. Penurunan hasil padi akibat gulma berkisar antara 6-87 %. Data yang lebih rinci penurunan hasil padi secara nasional akibat gangguan gulma 15-42 % untuk padi sawah dan padi gogo 47-87 % (Pitoyo, 2006).
Program pengendalian gulma yang tepat untuk memperoleh hasil yang memuaskan perlu dipikirkan terlebih dahulu. Pengetahuan tentang biologis dari gulma (daur hidup), faktor yang mempengaruhi pertumbuhan gulma, pengetahuan mengenai cara gulma berkembang biak, menyebar dan bereaksi dengan perubahan lingkungan dan cara gulma tumbuh pada keadaan yang berbeda- beda sangat penting untuk diketahui dalam menentukan arah program pengendalian. Keberhasilan dalam pengendalian gulma harus didasari dengan pengetahuan yang cukup dan benar dari sifat biologi gulma tersebut, misalnya a) dengan melakukan identifikasi, b) mencari dalam pustaka tentang referensi gulma tersebut c) serta bertanya pada para pakar atau ahli gulma. Ketiga cara ini merupakan langkah pertama untuk menjajaki kemungkinan cara pengendalian yang tepat (Sukma dan Yakup, 2002).
Desa Sidera Kecamatan Biromau Kabupaten Sigi, merupakan daerah yang sebagian besar penduduknya membudidayakan padi sawah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Permasalahan terbesar yang saat ini yang dihadapi oleh sebagian besar petani di Desa Sidera adalah penurunan hasil panen padi akibat gangguan dari gulma. Pengendalian gulma secara langsung yang saat ini diterapkan oleh petani di Desa Sidera Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi sebagian besar sangat mengandalkan pengendalian secara kimiawi.
Berawal dari permasalahan tersebut, perlu dilakukan identifikasi gulma-gulma yang terdapat pada persawahan petani di Desa Sidera . Identifikasi dimaksudkan untuk membantu para petani dalam usaha menentukan program pengendalian gulma secara terarah sehingga produksi padi dapat ditingkatkan sebagaimana yang diharapkan.
Terdapat 33 jenis gulma yang sering dijumpai tumbuh pada pertanaman padi sawah dengan perincian 10 jenis dari golongan rerumputan, 7 teki-tekian, dan 16 jenis dari golongan gulma berdaun lebar. Sepuluh jenis gulma yang dominannya adalah sebagai berikut: Monochoria vaginalis, Paspalum distichum, Fimbristylist milliacea, Cyperus difformis, Scirpus juncoides, Marsilea crenata, Echinochloa crus-galli, Jussiea repens, Spenochlea zeylanica, dan Cyperus iria.
3.3  Gulma-Gulma Yang Dominan Pada Padi Sawah
Monochoria vaginalis merupakan tumbuhan tahunan berdaun lebar, ditemukan di sawah. Daunnya pada waktu muda berbentuk panjang dan sempit, kemudian berbentuk lanset, sedangkan yang sudah tua berbentuk bulat telur-bulat memanjang/ jantung yang mengkilap, bunga berwarna biru keunguan dengan kedudukan yang berlawanan dengan kedudukan daun. Bunganya biasanya sebanyak 3 – 25, terbuka secara serentak. Perhiasan bunga panjang 11 – 15 cm, tangkai bunga 4- 25mm, kepala putik yang melengkung. Buah M. vaginalis mempunyai diameter kurang lebih 1 cm. Berkembangbiak melalui biji.  Tempat tumbuhnya di tanah berawa terutama di sawah-sawah. Sering menghasilkan bobot basah yang lebih tinggi disawah daripada spesies gulma lain. Namun gulma ini pendek, dan akarnya hanya dekat permukaan tanah dan tidak dapat bersaing dengan gulma lain untuk mendapatkan sinar matahari dan hara tanah.
Paspalum distichum merupakan tumbuhan tahunan, jenis rumput. Ditemukan di sawah. Karangan bunga bercabang dua, hanya sebelah yang beranak bulir. Berkembangbiak melalui potongan batang di bawah tanah yang menjalar. Habitat sepanjang saluran irigasi. Dapat bertahan hidup dalam sawah tergenang, tanah yang berdrainase buruk, bahkan disawah yang berdrainase baik. Tumbuhan membuat selapis hamparan akar yang tebal tepat di bawah permkaan, dan ini dapat menghambat arus air irigasi bila gulma tumbuh sepanjang saluran irigasi.
Frimbristylist milliacea merupakan tumbuhan setahun, tumbuh berumpun, dengan tinggi 20 – 60 cm. Batangnya ramping, tidak berbulu-bulu, bersegi empat, dan tumbuh tegak. Daunnya terdapat di bagian pangkal, bentuk bergaris, menyebar lateral, tepi luar tipis, panjang sampai 40 cm. Bunganya berkarang dan bercabang banyak. Anak bulir kecil dan banyak sekali, warna cokelat dengan punggung berwarna hijau, bentuk bola sampai jorong, dengan ukuran 2 – 5 mm x 1,5 – 2 mm. Buahnya berwarna kuning pucat atau hampir putih, bentuk bulat telur terbalik. Biasanya terdapat di tempat-tempat basah, berlumpur sampai semi basah, umumnya terdapat pada lahan sawah.
Cyperus difformis merupakan tumbuhan tahunan, tumbuh berumpun, 10 – 70 cm. Batangnya berbentuk segitiga licin, agak lunak, menajam pada ujungnya, sering berwarna agak hijau kekuning-kuningan. Daunnya dalam jumlah yang sedikit terdapat pada bagian pangkal batang, umumnya lebih pendek dari pada batang dengan lebar 2 – 8 mm. Bunganya berkarangan terdapat di ujung, umumnya anak bulir banyak dan membentuk suatu masa yang berbentuk bulat pada ujung cabang. Mempunyai 2 atau 3 daun pelindung seperti daun yang disebut daun pembalut. Anak bulir mempunyai ukuran panjang 4 – 8 mm, dan lebar lebih kurang 1 mm. C. difformis biasanya terdapat di tempat- tempat basah dan berlumpur, terutama di sawah. Reproduksinya melalui biji. Tumbuhannya dapat menutupi tanah dengan cepat karena daur kehidupan yang pendek dan produksi biji yang sangat banyak. Gulma tidak menaungi tanaman padi, tetapi dapat bersaing dalam memperebutkan air dan hara. Dapat menjadi gulma yang dominan disawah bila herbisida  yang digunakan itu efektif terhadap rumput, tetapi tidak membunuh teki. Gulma tidak tahan terhadap genangan yang dalam, dan mungkin dapat dikendalikan melalui pengelolaan air.
Echinochloa crus-galli merupakan tumbuhan setahun, perakarannya dangkal, tumbuh berumpun, dengan tinggi batang 50 – 150 cm. Batangnya kuat dan kokoh, tumbuh tegak serta daunnya rata/datar dengan panjang 10 – 20 cm, lebar 0,5 – 1 cm. Bentuk garis meruncing ke arah ujung, yang mula-mula tumbuh tegak kemudian merunduk, panjang 5 – 21 cm, terdiri dari 5 – 40 cm tandan. Biasanya terbentuk piramid sempit, warna hijau sampai ungu tua. Bulirnya banyak, anak bulir panjang 2 – 3,5 mm, berambut. Kepala sarinya mempunyai diameter 0,6 – 0,85 mm. Buah E. crusgalli disebut caryopsis, berbentuk lonjong, tebal, panjang 2 – 3,5 mm. Biji yang tua berwarna kecoklat-coklatan sampai kehitam-hitaman. Echinochloa crus-galli terdapat di tempat-tempat basah, kadang-kadang terdapat juga di tempat setengah basah. Di sawah tumbuh bersama padi, akan tetapi umumnya lebih tinggi dan berbunga lebih dulu dari pada padi.
Spenochlea zeylanica merupakan tumbuhan setahun, termasuk kedalam jenis berdaun lebar. Ditemukan di sawah. Akar berbentuk tali, batang berongga, bunga putih berbentuk bulir. Berkembang biak melalui biji. Habitatnya sawah yang selalu tergenagi dan rawa. Tumbuh hamper di tiap tanah basah pada daratan rendah. Biasa ditemukan dan gawat disawah dan kadang-kadang merupakan masalah bagi tanaman lain seperti talas.
Cyperus iria merupakan tumbuhan setahun, termasuk kedalam jenis teki. Ditemukan di sawah, dan lading gogorancah. Akar serabut berwarna merah kekuning-kuningan, bunga terbuka berwarna kekuning-kuningan, daun dibawah bunga lebih panjang daripada bunganya. Berkembangbiak melalui biji, tiap tumbuhan dapat menghasilkan biji sampai 5000 butir. Habitatnya di daerah terbuka yang basah, di tanah yang basah, tanah kering dan lahan gogorancah.
3.4     Cara-Cara Pengendalian Gulma
Pengendalian dapat berbentuk pencegahan dan pemberantasan. Mencegah biasanya lebih murah tetapi tidak selalu lebih mudah. Di negara-negara yang sedang membangun kegiatan pengendalian yang banyak dilakukan orang adalah pemberantasan. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan cara-cara :

1.    Pengendalian Gulma Secara Fisik
Pengendalian gulma secara fisik ini dapat dilakukan dengan jalan :
a.    Pengolahan tanah
Pengolahan tanah dengan menggunakan alat-alat seperti cangkul, garu, bajak, traktor dan sebagainya pada umumnya juga berfungsi untuk memberantas gulma. Efektifitas alat-alat pengolah tanah di dalam memberantas gulma tergantung beberapa faktor seperti siklus hidup dari gulma atau kropnya, dalam dan penyebaran akar, umur dan ukuran infestasi, macamnya krop yang ditanaman, jenis dan topografi tanah dan iklim.
b.    Penggenangan
Penggenangan efektif untuk memberantas gulma tahunan. Caranya dengan menggenangi sedalam 15 - 25 cm selama 3 - 8 minggu. Gulma yang digenangi harus cukup terendam, karena bila sebagian daunnya muncul di atas air maka gulma tersebut umumnya masih dapat hidup.
c.    Pembakaran
Suhu kritis yang menyebabkan kematian pada kebanyakan sel adalah 45 - 550 C, tetapi biji-biji yang kering lebih tahan daripada tumbuhannya yang hidup. Kematian dari sel-sel yang hidup pada suhu di atas disebabkan oleh koagulasi pada protoplasmanya.
Pembakaran secara terbatas masih sering dilakukan untuk membersihkan tempat-tempat dari sisa-sisa tumbuhan setelah dipangkas. Pada sistem peladangan di luar Jawa cara ini masih digunakan oleh penduduk setempat. Pembakaran umumnya banyak dilakukan pada tanah-tanah yang non pertanian, seperti di pinggir-pinggir jalan, pinggir kali, hutan dan tanah-tanah industri.
Keuntungan pembakaran untuk pemberantasan gulma dibanding dengan pemberantasan secara kimiawi adalah pada pembakaran tidak terdapat efek residu pada tanah dan tanaman. Keuntungan lain dari pembakaran ialah insekta-insekta dan hama-hama lain serta penyakit seperti cendawan-cendawan ikut dimatikan. Kejelekannya ialah bahaya kebakaran bagi sekelilingnya, mengurangi kandungan humus atau mikroorganisme tanah, dapat memperbesar erosi, biji-biji gulma tertentu tidak mati, asapnya dapat menimbulkan alergi dan sebagainya.
2.    Pengendalian Gulma Dengan Sistem Budidaya
Cara pengendalian ini jiga disebut pengendalian secara ekologis, oleh karena menggunakan prinsip-prinsip ekologi yaitu mengelola lingkungan sedemikian rupa sehingga mendukung dan menguntungkan pertanaman tetapi merugikan bagi gulmanya. Di dalam pengendalian gulma dengan sistem budidaya ini terdapat beberapa cara yaitu :
a.    Pergiliran Tanaman
Pergiliran tanaman bertujuan untuk mengatur dan menekan populasi gulma dalam ambang yang tidak membahayakan. Coontoh : padi – tebu – kedelai, padi – tembakau – padi. Tanaman tertentu biasanya mempunyai jenis gulma tertentu pula, karena biasanya jenis gulma itu dapat hidup dengan leluasa pada kondisi yang cocok untuk pertumbuhannya. Sebagai contoh gulma teki (Cyperus rotundus) sering berada dengan baik dan mengganggu pertanaman tanah kering yang berumur setahun (misalnya pada tanaman cabe, tomat, dan sebagainya). Demikian pula dengan wewehan (Monochoria vaginalis) di sawah-sawah. Dengan pergiliran tanaman, kondisi mikroklimat akan dapat berubah-ubah, sehingga gulma hidupnya tidak senyaman sebelumnya.
b.    Budidaya pertanaman
Penggunaan varietas tanaman yang cocok untuk suatu daerah merupakan tindakan yang sangat membantu mengatasi masalah gulma.
Penanaman rapat agar tajuk tanaman segera menutupi ruang-ruang kosong merupakan cara yang efektif untuk menekan gulma.
Pemupukan yang tepat merupakan cara untuk mempercepat pertumbuhan tanaman sehingga mempertinggi daya saing pertanaman terhadap gulma.
Waktu tanaman lambat, dengan membiarkan gulma tumbuh lebih dulu lalu diberantas dengan pengolahan tanah atau herbisida. Baru kemudian tanaman ditanam pada tanah yang sebagian besar gulmanya telah mati terberantas.
c.    Pengendalian gulma secara biologis
Pengendalian gulma secara biologis (hayati) ialah pengendalian gulma dengan menggunakan organisme lain, seperti insekta, fungi, ternak, ikan dan sebagainya. Pengendalian biologis yang intensif dengan insekta atau fungi biasanya hanya ditujukan  terhadap suatu species gulma asing yang telah menyebar secara luas dan ini harus melalui proses penelitian yang lama serta membutuhkan ketelitian. Juga harus yakin apabila species gulma yang akan dikendalikan itu habis, insekta atau fungi tersebut tidak menyerang tanaman atau tumbuhan lain yang mempunyai arti ekonomis.
Sebagai contoh eceng gondok (Eichhornia crassipes) dapat dikendalikan secara biologis dengan kumbang penggerek Neochetina bruchi dan Neochetina eichhorniae. Sedangkan jamur atau fungi yang berpotensi dapat mengendalikan gulma secara biologis ialah Uredo eichhorniae untuk eceng gondok, Myrothesium roridum untuk kiambang , dan Cerospora sp. untuk kayu apu. Di samping pengendalian biologis yang tidak begitu spesifik terhadap species-species tertentu seperti penggunaan ternak dalam pengembalaan, kalkun pada perkebunan kapas, ikan yang memakan gulma air dan sebagainya.
d.    Pengendalian gulma secara kimiawi
Pengendalian gulma secara kimiawi adalah pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida. Yang dimaksud dengan herbisida adalah senyawa kimia yang dapat digunakan untuk mematikan atau menekan pertumbuhan gulma, baik secara selektif maupun non selektif. Macam herbisida yang dipilih bisa kontak maupun sistemik, dan penggunaannya bisa pada saat pratanam, pratumbuh atau pasca tumbuh. Keuntungan pengendalian gulma secara kimiawi adalah cepat dan efektif, terutama untuk areal yang luas. Beberapa segi negatifnya ialah bahaya keracunan tanaman, mempunyai efek residu terhadap alam sekitar dan sebagainya. Sehubungan dengan sifatnya ini maka pengendalian gulma secara kimiawi ini harus merupakan pilihan terakhir apabila cara-cara pengendalian gulma lainnya tidak berhasil. Untuk berhasilnya cara ini memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang cukup dan untuk itu akan diuraikan tersendiri lebih lanjut.
e.    Pengendalian gulma secara terpadu
Yang dimaksud dengan pengendalian gulma secara terpadu yaitu pengendalian gulma dengan menggunakan beberapa cara secara bersamaan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya.
Walaupun telah dikenal beberapa cara pengendalian gulma antara lain secara budidaya, fisik, biologis dan kimiawi serta preventif, tetapi tidak satupun cara-cara tersebut dapat mengendalikan gulma secara tuntas. Untuk dapat mengendalikan suatu species gulma yang menimbulkan masalah ternyata dibutuhkan lebih dari satu cara pengendalian. Cara-cara yang dikombinasikan dalam cara pengendalian secara terpadu ini tergantung pada situasi, kondisi dan tujuan masing-masing, tetapi umumnya diarahkan agar mendapatkan interaksi yang positif, misalnya paduan antara pengolahan tanah dengan pemakaian herbisida, jarak tanam dengan penyiangan, pemupukan dengan herbisida dan sebagainya, di samping cara-cara pengelolaan pertanaman yang lain.
3.5  Pengedalian Gulma Padi Sawah
a. Menyiang
            Keuntungan menyiang dengan tangan. Menyiang dengan tangan ialah cara yang paling tua, paling sederhana langsung dalam mengendalikan gulma di sawah. Efektif terhadap gulma muda. Gulma yang tumbuh didalam rumpun dan diantara barisan tanaman padi dapat dibuang tanpa merusak tanaman padi.
Kerugian menyiang dengan tangan adalah banyak tenaga kerja dan memakan waktu yang lama. Biit gulma yang masih muda tidak dapat dibedakan dengan tanaman padi pada awal musim, dikala menyiangi dengan tangan paling efektif.
Pengaturan waktu untuk menyiang dengan tangan, menyiang dengan tangan harus dilakukan pada waktu pertumbuhan dini tanaman itu tepatnya waktu tergantung dari budidaya padinya.
b. Pengelolaan air
            Penggenangan adalah tindakan pengendalian gulma yang penting, padi tumbuh baik hasilnyadalam tanah jenuh maupun dalam air genangan, keuntungan utama penggenangan ialah pengendalian gulma akan lebih baik.
            Waktu menggenangi dengan air adalah 3-4 hari setelah tandur. Dalam pertumbuhannya permukaan air dapat dinaikkan 5-10 cm. padi yang ditabur langsung dapat digenangi setelah berkecambah dan tanaman sudah mapan. Menggenangi dengan air pada system tanah ini kurang efektif karena beberapa jenis gulma dapat turut mapan pertumbuhannya bersama dengan tanaman padi yang masih muda.
c. Herbisida
            Herbisida adalah suatu bahan kimia yang digunakan untuk membunuh atau mencegah pertumbuhan gulma. Cara yang paling efektif untuk menanggulangi gulma ialah menggunakan herbisida dalam kombinasi dengan cara pengendalian lainnya.
            Keuntungan herbisida adalah menghemat tenaga, dapat digunakan dalam lingkungan padi apapun. Kerugiannya adalah menggunakan herbisida yang sama terus-menerus mengakibatkan berkembangnya gulma, khususnya jenis tahunan, yang sulit dikendalikan dengan herbisida. Pengaturan waktu pemberian herbisida

BAB IV
PENUTUP

4.1    Kesimpulan
1.    Gulma merupakan tanaman yang tumbuh di sekitar tanaman yang dibudidayakan atau  tanaman lain yang tumbuh bersama dengan tanaman yang diusahakan.
2.    Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya hasil beras baik kualitas dan kuantitas adalah gangguan gulma.
3.    Sepuluh jenis gulma yang dominannya adalah sebagai berikut: Monochoria vaginalis, Paspalum distichum, Frimbristylist milliacea, Cyperus difformis, Scirpus juncoides, Marsilea crenata, Echinochloa crus-galli, Jussiea repens, Spenochlea zeylanica, dan Cyperus iria.
4.    Cara-cara pengendalian gulma: Pengendalian gulma secara fisik, Pengendalian gulma dengan sistem budidaya, Pengendalian gulma secara biologis, Pengendalian gulma secara kimiawi dan Pengendalian gulma secara terpadu.
4.2 Saran
          Ada beberapa saran yang dapat penulis tuliskan dengan hasil praktek lapang yang di laksanakan di Desa Sidera  antara lain sebagai berikut :
1.    Diharapkan untuk praktek lapang selanjutnya di buat jadwal praktek dan waktu setiap matakuliah yang di praktekan, sehingga tidak ada matakuliah praktek yang tabrakan, sehingga dalam pengumpulan data banyak yang tidak maksimal.




Poskan Komentar

Makalah Kesuburan Dan Kesehatan Tanah

BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
     Tanah tersusun dari empat komponen dasar, yakni bahan mineral yang berasal dari pelapukan batu-batuan, bahan organik yang berasal dari pembusukan sisa makhluk hidup, air dan udara. Berdasarkan unsur penyusunannya, tanah dibedakan menjadi dua golongan, yaitu tanah mineral dan tanah organik.
Kesuburan tanah tidak terlepas dari keseimbangan biologi, fisika dan kimia; ketiga unsur tersebut saling berkaitan dan sangat menentukan tingkat kesuburan lahan pertanian. Tanpa disadari selama ini sebagian besar pelaku tani di Indonesia hanya mementingkan kesuburan yang bersifat kimia saja, yaitu dengan memberikan pupuk anorganik seperti : urea, TSP/SP36, KCL dan NPK secara terus menerus dengan dosis yang berlebihan.
     Untuk mengetahui pertumbuhan suatu tanaman perlu dilakukan pengamatan untuk mengetahui dan pengukuran terhadap suatu tanaman. Dengan melakukan pengamatan dan pengukuran dapat diketahui sejauh mana respon tanaman terhadap perlakuan. ketika tanaman mengalami pertumbuhan yang tidak normal, salah satu kemungkinan terbesar adalah kekurangan unsur hara, ataupun kekurangan faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Dan kalau kelebihan jga bisa berakibat buruk bagi tanaman, ini mengakibatkanya keracunan. Gejala gejala yang tampak bisa diamati secara langsung, seperti bintik yang terdapat di daun.

1.2  Tujuan dan Kegunaan
Dalam kegiatan praktek lapang yang dilakukan di Desa Sidera memiliki beberapa poin tujuan dan kegunaan yaitu sebagai berikut :
1.    Agar mahasiswa FAKULTAS PERTANIAN UNISA PALU, mampu melakukakan pengamatan secara langsung dalam  mengaplikasikan materi perkuliahan khusus di bidang mata kuliah Kesuburan Dan Kesehatan  Tanah, dan melakukan pengamatan terhadap lahan yang berbeda. 

Adapun kegunaan dari  praktek  lapang  yang dilakukan di Desa Sidera yaitu :
1.    Dapat mengetahui sifat fisik tanah dan kimia tanah 


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tanah
     Tanah adalah bahagian permukaan bumi yang terdiri daripada mineral dan bahan organik. Tanah sangat penting peranannya bagi semua kehidupan di bumi, kerana tanah mampu mendukung kehidupan tumbuhan di mana tumbuhan menyediakan makanan dan oksigen kemudian menyerap karbon dioksida dan nitrogen. Komposisi tanah berbeza-beza pada satu lokasi dengan lokasi yang lain.
Tanah yang terdiri dari pedosfera, terletak di antara muka litosfera dengan biosfera, atmosfera and hidrosfera. Pembentukan tanah, atau pedogenesis, merupakan kesan gabungan proses fizikal, kimia, biologi dan antropogen pada bahan asal geologi yang menghasilkan lapisan tanah.
     TANAH adalah asas penting dalam pertanian untuk menjalankan penanaman pelbagai tumbuhan sama ada untuk tanaman makanan, tanaman industri atau tanaman lain. Tanah terbentuk daripada proses luluhawa semenjak berjuta-juta tahun dahulu dan terdapat banyak jenis tanah terbentuk dimuka bumi yang mempunyai pelbagai cir-ciri untuk dipelajari. Pakar Sains Tanah telah membuat pelbagai pengkelasan mengenai tanah untuk dijadikan panduan kepada semua pihak bagaimana hendak menguruskan tanah tersebut bagi memberikan pulangan optima dalam aktiviti penanaman.
     Bagi tujuan perancangan pertanian maka tiga aspek penting mengenai tanah adalah diperlukan iaitu klasifikasi tanah, klasifikasi kesesuaian tanah dan tanaman serta penentuan kesesuaian tanaman. Maklumat-maklumat ini penting sebagai asas bagi amalan agronomi dan pengurusan tanah untuk jenis-jenis tanaman yang akan dimajukan.
     Terdapat 2 definasi jelas tanah iaitu pertama, tanah ialah mineral tak kukuh atau bahan organik pada permukaan bumi yang bertindak sebagai satu medium semula jadi untuk pertumbuhan tumbuhan darat.[1]. Ini lain pula bagi ahli jurutera dan geologi. Sudut pandangan ini berbeza kerana mengikut profesion masing-masing dalam mentafsir tanah.

2.2  Metodologi
1.    Waktu dan Tempat
    Pelaksanaan praktek lapang dilaksanakan selama 2 hari (Tanggal 04 – 05 Februari 2012) bertempat di Desa Sidera, Kec. Biromaru, Kab. Sigi.
2.    Metode Praktek
    Praktek lapang dilakukan dengan cara menagamati langsung .


BAB II
PEMBAHASAN
3.1  Sifat – Sifat Fisik Tanah
1. Profil Tanah
     Jika tanah digali sampai kedalaman tertentu, dari penampang vertikalnya dapat dilihat gradasi warna yang membentuk lapisan-lapisan (horison) atau biasa disebut profil tanah. Di tanah hutan yang sudah matang terdapat tiga horison penting yaitu horison A, B dan C Horison A atau Top Soil adalah lapisan tanah paling atas yang paling sering dan paling mudah dipengaruhi oleh faktor iklim dan faktor biologis. Pada lapisan ini sebagian besar bahan organik terkumpul dan mengalami pembusukan.
     Horison B disebut juga dengan zona penumpukan (illuvation zone). Horison ini memiliki bahan organik yang lebih sedikit tetapi lebih banyak mengandung unsur yang tercuci daripada horizon A. Horison C adalah zona yang terdiri dari batuan terlapuk yang merupakan bagian dari batuan induk. Kegiatan pertanian umumnya berada pada horison A dan B.
2. Warna Tanah
     Warna adalah petunjuk untuk beberapa sifat tanah. Biasanya perbedaan warna permukaan tanah disebabkan oleh perbedaan kandungan bahan organik. Semakin gelap warna tanah semakin tinggi kandungan bahan organiknya. Warna tanah dilapisan bawah yang kandungan bahan organiknya rendah lebih banyak dipengaruhi oleh jumlah kandungan dan bentuk senyawa besi (Fe). Di daerah yang mempunyai sistem drainase (serapan air) buruk, warnah tanahnya abu-abu karena ion besi yang terdapat di dalam tanah berbentuk Fe2+.
3. Tekstur Tanah
     Komponen mineral dalam tanah terdiri dari campuran partikel-partikel yang secara individu berbeda ukurannya. Menurut ukuran partikelnya, komponen mineral dalam tanah dapat dibedakan menjadi tiga yaitu; Pasir, berukuran 50 mikron – 2 mm; Debu, berukuran 2 – 50 mikron dan Liat, berukuran dibawah 2 mikron.
     Tanah bertekstur pasir sangat mudah diolah, tanah jenis ini memiliki aerasi (ketersediaan rongga udara) dan drainase yang baik, namun memiliki luas permukaan kumulatif yang relatif kecil, sehingga kemampuan menyimpan airnya sangat rendah atau tanahnya lebih cepat kering.

     Tekstur tanah sangat berpengaruh pada proses pemupukan, terutama jika pupuk diberikan lewat tanah. Pemupukan pada tanah bertekstur pasir tentunya berbeda dengan tanah bertekstur lempung atau liat. Tanah bertekstur pasir memerlukan pupuk lebih besar karena unsur hara yang tersedia pada tanah berpasir lebih rendah. Disamping itu aplikasi pemupukannya juga berbeda karena pada tanah berpasir pupuk tidak bisa diberikan sekaligus karena akan segera hilang terbawa air atau menguap.
4. Struktur
        Struktur tanah digunakan untuk menunjukkan ukuran partikel-partikel tanah seperti pasir , debu dan liat yang membentuk agregat satu dengan yang lainnya yang dibatasi oleh bidang belah alami yang lemah. Agregat yang terbentuk secara alami disebut dengan ped. Struktur yang daapat memodifikasi pengaruh terkstur dalam hubungannya dengan kelembaban porositas, tersedia unsur hara, kegiatan jasad hidup dan pengaruh permukaan akar.
        Tipe struktur terdapat empat bentuk utamanya yaitu :
a.    bentuk lempung
b.    bentuk prisma
c.    bentuk gumpal
d.    bentuk spheroidel atau bulat
        Struktur dapat berkembang dari butir-butir tunggal ataupun kondisi massive. Dalam rangka menghasilkan agregat-agregat dimana harus terdapat beberapa mekanisme dalam mana partikel-partikel tanah mengelompok bersama-sama menjadi cluster. Pembentukan ini kadang-kadang sampai ke tahap perkembangan struktural yang mantap.   
3.2  Sifat Kimia Tanah
     Sifat kimia tanah berhubungan erat dengan kegiatan pemupukan. Dengan mengetahui sifat kimia tanah akan didapat gambaran jenis dan jumlah pupuk yang dibutuhkan. Pengetahuan tentang sifat kimia tanah juga dapat membantu memberikan gambaran reaksi pupuk setelah ditebarkan ke tanah.
     Salah satu sifat kimia tanah adalah keasaman atau pH (potensial of hidrogen), pH adalah nilai pada skala 0-14, yang menggambarkan jumlah relatif ion H+ terhadap ion OH- didalam larutan tanah. Larutan tanah disebut bereaksi asam jika nilai pH berada pada kisaran 0-6, artinya larutan tanah mengandung ion H+ lebih besar daripada ion OH-, sebaliknya jika jumlah ion H+ dalam larutan tanah lebih kecil dari pada ion OH- larutan tanah disebut bereaksi basa (alkali) atau miliki pH 8-14. Tanah bersifat asam karena berkurangnya kation Kalsium, Magnesium, Kalium dan Natrium. Unsur-unsur tersebut terbawa oleh aliran air kelapisan tanah yang lebih bawah atau hilang diserap oleh tanaman.
     Di Indonesia pH tanah umumnya berkisar 3-9 tetapi untuk daerah rawa seeperti tanah gambut ditemukan pH dibawah 3 karena banyak mengandung asam sulfat sedangakan di daerah kering atau daerah dekat pantai pH tanah dapat mencapai di atas 9 karena banyak mengandung garam natrium.
Ada 3 alasan utama nilai ph tanah sangat penting untuk diketahui :
1. Menentukan mudah tidaknya ion-ion unsur hara diserap oleh tanaman, pada 
umumnya unsur hara mudah diserap oleh akar tanaman pada pH tanah netral 6-7, karena pada pH tersebut sebagian besar unsur hara mudah larut dalam air.
2. pH tanah juga menunjukkan keberadaan unsur-unsur yang bersifat racun bagi tanaman. pada tanah asam banyak ditemukan unsur alumanium yang selain bersifat racun juga mengikat phosphor, sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman. Pada tanah asam unsur-unsur mikro menjadi mudah larut sehingga ditemukan unsur mikro seperti Fe, Zn, Mn dan Cu dalam jumlah yang terlalu besar, akibatnya juga menjadi racun bagi tanaman.
3. pH tanah sangat mempengaruhi perkembangan mikroorganisme di dalam tanah. Pada pH 5.5 – 7 bakteri jamur pengurai organik dapat berkembang dengan baik
Tindakan pemupukan tidak akan efektif apabila pH tanah diluar batas optimal. Pupuk yang telah ditebarkan tidak akan mampu diserap tanaman dalam jumlah yang diharapkan, karenanya pH tanah sangat penting untuk diketahui jika efisiensi pemupukan ingin dicapai. Pemilihan jenis pupuk tanpa mempertimbangkan pH tanah juga dapat memperburuk pH tanah.
     Derajat keasaman (pH) tanah sangat rendah dapat ditingkatkan dengan menebarkan kapur pertanian, sedangkan pH tanah yang terlalu tinggi dapat diturunkan dengan penambahan sulfur. Dapat disimpulkan, secara umum pH yang ideal bagi pertumbuhan tanaman adalah mendekati 6.5-7. Namun kenyataannya setiap jenis tanaman memiliki kesesuaian pH yang berbeda.


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
             Kesuburan tanah merupakan faktor vital yang turut mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Namun demikian, saat ini petani belum memiliki pedoman khusus untuk mengetahui apakah suatu tanah masih subur atau tidak. Untuk itu dengan beberapa pengujian yang dapat dilakukan pada uraian ini setidaknya dapat menjadi sebuah pedoman sementara untuk mengindikasikan tingkat kesuburan suatu lahan sebelum alat test kesuburan tanah tersebut dapat diadopsi.
      Tanah merupakan elemen dasar yang tidak terpisahkan dalam dunia pertanian. Tanpa adanya tanah mustahil kita bisa menanam padi, palawija, sayuran, buah-buahan maupun kehutanan meskipun saat ini telah banyak dikembangkan sistim bercocok tanam tanpa tanah, misalnya Hidroponik, Airoponik dan lain-lain, tetapi apabila usaha budidaya tanaman dalam skala luas masih lebih ekonomis dan efisien menggunakan media tanah. Mengingat pentingnya peranan tanah dalam usahatani, maka pengelolaan tanah untuk usahatani haruslah dilakukan sebaik mungkin guna menjaga kesuburan tanahnya. Tanah yang memenuhi syarat agar pertumbuhan tanaman bisa optimal tentulah harus memiliki kandungan unsur hara yang cukup,mengandung banyak bahan organik yang menguntungkan.
     Tanah yang semula subur dapat berkurang kualitasnya oleh beberapa faktor. Salah satu diantaranya adalah dengan seringnya tanah tersebut dimanfaatkan tanpa mengalami proses istirahat. Dengan seringnya kita memanfaatkan tanah, maka unsur hara yang terkandung didalamnya pun sedikit demi sedikit akan berkurang. Tanah yang subur dan mudah di olah sangat menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman . Hilang atau berkurangnya kandungan unsur dalam tanah yang disebabkan penanaman yang terus menerus dapat mengakibatkan tanah menjadi miskin. Bila hal itu kita biarkan maka tanaman yang kita budidayakan di tanah tersebut tidak akan tumbuh dan berproduksi secara maksimal. Akhirnya pendapatan yang kita terima pun menjadi berkurang. Meskipun kesuburan tanah bukan satu-satunya hal yang mutlak harus dipenuhi, namun tanah yang subur merupakan elemen penting yang turut menunjang keberhasilan dalam usahatani.
4.2 Saran
          Ada beberapa saran yang dapat penulis tuliskan dengan hasil praktek lapang yang kami laksanakan di Desa Sidera  antara lain sebagai berikut :
1.    Saran dari penulis laporan ini agar supaya masyarakat petani yang ada di Desa Sidera dapat memperhatikan keadaan tanah dan tanaman apa yang cocok untuk tanah tersebut. Sehingga hasil produksi melimpah dan pengeluaran tidak begitu banyak.


DAFTAR PUSTAKA

http://ms.wikipedia.org/wiki/Tanah
http://goldenbisnis.wordpress.com/kesuburan-tanah/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kesuburan_tanah
http://balittanah.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content
&view=article&id=28&Itemid=44







Poskan Komentar

Makalah Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tanaman tidak akan pernah terpisahkan dengan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang secara ekonomis sangat merugikan petani. OPT dikenal sebagai hama tanaman penyakit tanaman dan gulma.
Kerugian yang disebabkan OPT dapat dihindari dengan melakukan pengendalian OPT tersebut. Dengan istilah “pengendalian”, OPT tidak perlu diberantas habis, karena itu tidak mungkin dapat dilakukan.dengan usaha pengendalian populasi atau tingkat kerusakan karena OPT ditekan serendah mungkin sehingga tidak dapat merugikan para petani dalam segi ekonomis.
Dimasa lalu orang orang mengartikan dan menganggap pengendalian hama adalah mematikan dan memusnahkan hama secara tuntas dari tanaman, sehingga pada waktu itu dikenal dengan istilah “pemberantasan hama”. Menurut wigenasanta (2000) bahwa dalam pengendalian hama mula-mula orang menggunakan cara sederhana. Cara-cara pengendalian kemudian terus berkembang sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hingga saat ini pestisida kimiawi masi dianggap satu-satunya senjata pamungkas untuk menghadapi serangan OPT (oka, 1998).
Pestisida adalah racun. Karena bersifat racun itulah maka pestisida dibuat, dijual, dan dipakai untuk “meracuni” OPT. perlu diketahui bahwa setiap penggunaan racun dapat mengandung resiko. Resiko tersebut tidak dapat dihindari karena terbawa oleh pestisida itu sendiri. Walaupun pestisida mengandung resiko, kita diharapkan agar mampu mengurangi resiko tersebut, sehingga tidak terlalu membahayakan penggunannya, konsumen dan lingkungan. Olehnya diperlukan pengetahuan yang cukup matang tentang metode aplikasi pestisida dibidang pertanian.
Tujuan dan Kegunaan
Dalam kegiatan praktek lapang yang dilakukan di Desa Jono Oge memiliki beberapa poin tujuan dan kegunaan yaitu sebagai berikut :
1.    Agar mahasiswa FAKULTAS PERTANIAN UNISA PALU, mampu melakukakan pengamatan secara langsung dalam  mengaplikasikan materi perkuliahan khusus di bidang mata kuliah pestisida dan aplikasi
2.    Mengembangkan pola pikir,intelektual dan keterampilan mahasiswa secara komprehensif dalam kegiatan kegiatan usaha penanggulangan hama

Adapun kegunaan dari  praktek  lapang  yang dilakukan di Desa Jono Oge yaitu :
1.    Dapat mengetahui cara kerja pestisida dalam pecegahan hama
2.    Untuk sebagai bahan informasi dan pengetahuan serta keterampilan mahasiswa Fakultas Pertanian UNISA Palu.

TINJAUAN PUSTAKA
Definisi Pestisida
    Pestisida secara harfiah  berarti pembunu hama, yang berasal dari kata pest dan sida. Pest meliputi hama dan penyakit secara luas. Sida berasal kata ceado berarti membunuh. Pendapat para ahli yang termuat dalam peraturan pemerintah pasal 1 no 7 tahun 1973 tentang pengawasan atas peredaran, penyimpanan dan penggunaan pestisida.
    Dalam peraturan tersebut disebutkan pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus digunakan untuk:
1.    Memberantas dan mencegah  hama dan penyakit merusak tanaman, bagian-bagian tanaman atau hasil pertanian.
2.    Memberantas gulma (tanaman pengganggu)
3.    Mematikan daun dan mencegah pertumbuhan yang tidak diinginkan
4.    Mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian –bagian tanaman tidak termasuk pupuk
5.    Memberantas atau mencegah hama-hama air
6.    Memberantas atau mencegah binatang-binatang dan jasad-jasad renik dalam rumah tangga, bangunan dan alat pengangkutan
7.    Memberantas atau mencegah binatang yang menyebabkan munculnya penyakit pada manusia, binatang yang perlu dilindungi dengan penggunaan tanaman, tanah dan air.(Suroyo 1995).
    Secara singkat pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk membunuh organisme pengganggu. Sedangkan organisme pengganggu itu digolongkan kedalam tiga kelompok yaitu hama, penyakit dan gulma.

Pembagian Pestisida Menurut Organisme Sasaran
    Bila melihat organisme pengganggu – sasaran, maka pestisida digolongkan kedalam beberapa golongan yaitu:
1.    Insektisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia untuk mematikan serangga. Karena kebanyakan hama adalah serangga.
2.    Herbisida adalah bahan yang mengandung bahan kimia untuk mematikan tumbuhan pengganggu.
3.    Nematisida adalah bahan  yang mengandung senyawa kimia untuk mematikan cacing (nematoda). Bagian tanaman yang diserang terletak pada bagian akar umbi dan sebagainya.
4.    Bakterisida adalah  bahan yang mengandung senyawa kimia untuk mematikan bakteri. Bahan ini bersifat sistemik yang diserap oleh tanaman baik melalui akar  atau bagian lain dari tanaman.
5.    Fungisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia yang mematikan jamur – cendawan. Biasanya bahan ini mengandung boomerang.
6.    Rodentisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia untuk binatang mengerat. Sebetulnya bahan  ini  sangat beracun  bagi  semua ordo mamalia, tetapi penggunaan utamanya adalah untuk membunuh tikus dan binatang karnivora.
7.    Akarisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia untuk mematikan tungau.
    Dari sekian banyak kelompok racun pestisida untuk mengendalikan organisme pengganggu, insektisida termasuk kelompok senyawa yang paling  banyak digunakan menyusul herbisida dan fungisida (Coats, 1982)
Keunggulan Pestisida
    Aplikasi pestisida dalam mengatasi masalah organisme pengganggu menjanjikan beberapa keunggulan yang tidak dimiliki oleh berbagai cara pengendalian alternative  lainnya. Keunggulan tersebut adalah:
1.    Pestisida sangat efektif
2.    Pestisida dapat dilakukan dengan segera ketika dibutuhkan
3.    Pestisida dapat diaplikasikan untuk daerah yang luas tak terbatas
4.    Aplikasi pestisida hasilnya segera nampak
   
METODOLOGI

Waktu dan Tempat
    Pelaksanaan praktek lapang dilaksanakan selama 1 hari (Tanggal 25 juli 2011) bertempat di Desa Jono Oge, Kec. Biromaru, Kab. Sigi.

Metode Praktek
    Praktek lapang dilakukan dengan cara wawancara langsung terhadap responden yaitu Tanya jawab serta pengamatan langsung dilapangan terhadap metode pengendalian hama oleh para petani.

HASIL DAN PEMBAHSAN
Gambaran Umum Lokasi Praktek
    Kabupaten Sigi terletak antara 00 52’ 16” LS – 20 03’ 21” LS dan 1190 38’ 45” BT – 1200 21’ 24” BT dan memiliki wilayah seluas 5.196,02 kilometer persegi terdiri atas 15 kecamatan dimana Kecamatan Kulawi  merupakan kecamatan terluas (1.053,56  km2) sedangkan kecamatan terkecil adalah Kecamatan Dolo yang hanya memiliki luas 36,05 km2.
Desa Jono Oge merupakan  salah satu Desa di wilayah Kecamatan Biromaru, Kab. Sigi Provinsi Sulawesi Tengah.
    Secara administrative Desa Jono Oge mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut:
    Sebelah Utara berbatasan dengan  desa Sidera
    Sebelah Selatan berbatasan dengan  desa Lolu
Keadaan Penduduk
    Jumlah penduduk Desa Jono Oge sebanyak 1.364 jiwa yang terdiri dari laki-laki 707 jiwa dan perempuan 657 jiwa. Adapun agama yang dianutmayoritas  penduduk di Desa Jono Oge adalah Agama Islam. Kemudian mata pencaharian mereka sebagian besar adalah petani.
Keadaan Petani
    Indonesia merupakan Negara agraris dengan memiliki tanah yang subur dan kelas masyarakat petani yang merupakan kelas terbesar. Oleh karena jika ini dimaksimalkan dengan melihat klasifikasi kelas masyarakat Indonesia yang sebagian besar merupakan kelas pekerja (petani) dengan lahan pertanian yang subur, rakyat Indonesia akan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi dan Negara akan bisa mandiri serta dapat berdiri diatas kakinya sendiri seperti cita-cita bapak proklamator “BUNG KARNO”.
    Dari hasil praktek lapang, di Desa Jono Oge, Kec. Tengah, Kab.sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah uraian data yang diperoleh dari hasil praktek lapang di DesaJono Oge.
    Menurut bapak sutarno (27 thn) seorang petani  bawang di Desa jono Oge, bahwa  keadaan usaha pertanian didaerahnya memiliki banyak potensi, misalnnya dalam budidaya bawang merah yang telah mereka tekuni. Denagn luas lahan sewahan yang beliau miliki adalah  ½  ha. Dalam pengalamannya selama 10 tahun menggeluti usaha pertanian beliau mengakui bahwa OPT sangat merugikan ekonomi keluarganya.
Dalam menanggulangi hal tersebut beliau menggunakan insektisida (firtaku, prifaton, dan marsal) dengan metode pengaplikasian yeng dalam pandangan penulis masih kurang tepat. Karena dalam pengaplikasian beliau tidak mengikuti petunjuk yang telah tertera dalam label. Dengan alasan tidak efektif dan takaran tidak dapat menghilangkan hama tersebut. Kelemahan beliau dalam pengaplikasian bahan kimia dikarenakan tidak pernah mengikuti pelatihan sekolah lapang dan penyuluhan pengendalian hama terpadu.
   

PENUTUP
Kesimpulan
             Dari hasil pembahasan penelitian yang dilakukan didesa jono oge tersebut di atas  dapat penyusun simpulkan bahwa kelemahan para petani dalam pengaplikasian pestisida disebabkan karena kurangnya pemahaman para petani tentang kondisi lingkungan, manusia sebagai konsumen, terhadap dampak dari penggunaan pestisida yang berlebihan.
Saran
          Ada beberapa saran yang dapat penulis tuliskan dengan hasil praktek lapang yang kami laksanakan di desaJono Oge  antara lain sebagai berikut :
1.    Saran dari penulis laporan ini agar supaya masyarakat yang ada di desa jono oge
dapat memperhatikan dosis dan metode yang baik dalam pengaplikasian bahan kimia.
2.    Petani harus lebih sering mengikuti sekolah lapang dan penyuluhan pertanian


DAFTAR PUSTAKA
Natawigena, H. 1995. Pestisida dan kegunaannya. Armiko, Bandung
Novizon, 2003. Petunjuk dan pemakaian pestisida. Agro Media Pustak


KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini.
Makalah ini dapat terselesaikan atas bantuan dari berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini penulis ucapkan banyak terima kasih dan penghargaan kepada Dosen pembimbing mata kuliah pestisida dan aplikasi Bpk. Arfan Ganti,SP.,M.Sc yang telah banyak meluangkan waktu dan kesempatan untuk membimbing.
Pada kesempatan ini juga, dengan penuh kerendahan hati penulis ingin mengucakan banyak terima kasih kepada seluruh kawan-kawan agroteknologi yang seperjuangan dan melakukan kerjasama serta support kepada penulis untuk dapat menyelasaikan laporan ini.
Palu,26 oktober  2011

Penulis


DAFTAR ISI

                                                                                                                          
KATA PENGANTAR    ................................................................................       
DAFTAR ISI    ..............................................................................................   

PENDAHULUAN
    Latar Belakang    …………………………………………………….   
    Tujuan dan Kegunaan    ……………………………………………..   


TINJAUAN PUSTAKA
    Definisi Pestisida ………………………………………………….
    Pembagian Pestisida Menurut Organisme Sasaran ………………
    Keunggulan Pestisida ……………………………………………..

METODE PRAKTEK   
    Waktu dan tempat.............................................................................       
    Metode praktek..............................................................    ...................   

HASIL DAN PEMBAHASAN   
    Gambaran Umum Lokasi Praktek....................................................       
    Keadaan Penduduk    .........................................................................   
    Keadaan Petani    ........................................................................       
   
PENUTUP
    Kesimpulan    .......................................................................................       
    Saran    .................................................................................................   

DAFTAR PUSTAKA


Poskan Komentar

Popular Posts

Lorem Ipsum

Catatan Inspirasiku

Seperti ketika pagi hari berpikir bahwa hari ini sepertinya menjengkelkan...
lalu bekerja setengah-setengah, terus-menerus, bertahun-tahun dan menjadi pribadi pemalas, dipecat dari pekerjaan, jatuh miskin lalu menyalahkan hidup,” Nasib buruk, ini takdir.”
Atau setiap hari bangun dengan impian akan kebahagiaan, bekerja sungguh-sungguh, senantiasa tersenyum ketika bertemu orang lain, bersemangat, mendapat rejeki karena menjadi pribadi yang penuh totalitas dalam bekerja, bertahun-tahun, membentuk citra positif di mata orang lain, mendapatkan kesejahteraan melimpah, lalu berkata, “ Nasib baik, ini takdir”

Palu, 13 November 2011
Salmin Mointi