twitter rss

Popular Posts

Featured Post

Makalah Pancasila

BAB I PENDAHULUAN 1.1  Latar Belakang Sebagai dasar negara, Pancasila kembali diuji ketahanannya dalam era reformasi sekarang. Merekahnya m...

Makalah Profil Tanah

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat, rahmat-Nya dan kesempatan yang diberikan-Nya, sehingga penulis bisa menyelesaikan karya iliah yang berjudul ’’Profil Tanah’’ ini dengan baik.

Adapun tujuan pembuatan karya ilmiah ini adalah untuk memperbaiki nilai pratikum Dasar-dasar Ilmu Tanah program studi Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.

Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu Penulis dalam menyelesaikan karya ilmiah ini, saya juga mengucapkan banyak terima kasi kepada ke dua orang tua saya yang mendukung sepenuhnya dalam pembuatan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam karya ilmiah ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan keritik dan saran dari pembaca. Kiranya karya ilmiah ini dapat memberi manfaat bagi para Pembaca.

Bengkulu, April 2009

Penulis

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sekarang sumberdaya lahan keberadaannya sangat terbatas. Mencetak lahan baru dengan mengkonversi hutan untuk usaha tani, sangat tidak mungkin, karena membuka hutan bukan berarti tanpa resiko. Oleh karena itu, penulis ingin memberikan penjelasan tentang profil tanah yang sangat berguna bagi yang ingin membuka lahan pertanian.


1.2 Rumusan Masalah

Masalah-masalah yang akan dibahas dalam penulisan karya ilimiah ini adalah :

Ø Apakah yang dimaksud profil tanah ?

Ø Bagaimana cara pembentukan profil tanah?

Ø Faktor pembentukan tanah ?

Ø Apa yang dimaksud dengan horison?


1.3 Tujuan
Memberi paparan kepada pembaca tenang profil tanah.

1.4 Manfaat makalah

Ø Agar pembaca mengetahui betapa pentingnya tanah dalam kehidupan.

Ø Untuk mengisi waktu senggang dengan bacaan yang bermanfaat.

1.5 Metode Makalah

Dalam pembuatan makalah ini, Penulis manggunakan metoda pustaka, Penulis mencari dan memperoleh data dari buku.

Bab 11

PEMBAHASAN

11.1 Pengantar

Apabila kita menggali lubang pada tanah, maka kalau kita perhatikan dengan teliti pada masing-masing sisi lubang tersebut akan terlihat lapisan-lapisan tanah yang mempunyai sifat yang berbeda-beda. Disuatu tempat ditemukan laoisan pasir berselang-seling dengan lapisan liat, lempung atau debu, sedang di tempal lain ditemukan tanah yang semuanya terdiri dari liat, tetapi dibagian tengah berwarna merah, dan lapisan atasnya berwarna kehitam-hitaman.

11.2 Profil Tanah

Profil Tanah adalah irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga ke batuan induk tanah. Lapisan itu terbentuk karena dua hal, yaitu :

1. Pengendapan yang berulan-ulang karena genangan air.

Apabila genangan aur mengalir dengan kecepatan tinggi maka hanya butira-butiran kasar seperti pasir, kerikil yang dapat diendapkan. Bila air yang mengenang tidak mengalir lagi maka butira-butiran yang halus seperti liat dan debu mulai dapat diendapkan. Tanah-tanah dengan endapan yang berlapis-lapi ini umumnya ditemukan di sekitar sungai di daerah-daerah dataran banjir atau teras.

2. Karena proses pembentukan tanah.

Proses pembentukan tanah dimulai dari proses pelapukan batuan induk menjadi bahan induk tanah, diikuti oleh proses pencapuran bahan organik dan bahan mineral dipermukaan tanah, pembentukan struktur tanah, pemindahan bahan-bahan tanah dari bagian atas tanah ke bagian bawah dan berbagai proses lain yang dapat menghasilkan horison-horison tanah.

Horison tanah adalah lapisan-lapisan tanah yang terbentuk karena hasil dari proses pembentukan tanah. Proses pembentukan horison-horison tersebut akan menghasilkan benda alam baru yang disebut tanah.

Ada 6 horison utama yang menyusun profil tanah , yaitu :

1. Horison O

Horison ini di lahan kering ditemukan terutama pada tanah-tanah hutan yang belum terganggu. Merupakan horison organik yang terbentuk di atas lapisan tanah mineral. Di daera rawa-rawa horison O merupakan horison utama pada tanah gambut (Histosol).

Oi : Bentuk asli sisa-sisa tanaman masih terlihat jelas; kandungan bahan organik kasar ¾ atau lebih (volume) disebut bahan fibrik.

Oe : Bentuk asli sisa tanaman tidak terlihat jelas; kandungan bahan organik kasar 1/6 – ¾ (volume) disebut bahan himik.

Oa : Bentuk asli sisa tanaman tidak terlihat lagi; kandungan bahan organik kasar kurang dari 1/6 (volume) disebut bahan saprik.

2. Horison A

Horison dipermukaan tanah yang terdiri dari campuran bahan organik dan bahan mineral berwarna gelap dari pada horison dibawahnya.

3. Horison E

Horison di mana terjadi pencucian (eluviasi) maksimum terhadap liat, Fe, Al, bahan organik. Warnanya pucat.


4. Horison B

Horison bawah yang terbentuk karena berbagai hal, misal:

Bt : Penimbunan (iluviasi) liat yang berasal dari horison eluviasi (E).

Bs : Penimbunan (iluviasi) Fe dab Al oksida (seskuioksida) yang berasal dari horison eluviasi (E).

Bh : Penimbunan (iluviasi) humus yang berasal dari horison eluviasi (E).

Bo : Penimbunan relatif (residual) Fe dab Al oksida (seskuioksida) akibat pencucian silika (desilikasi).

Bw : Alterasi dari bahan induk yang membebaskan oksida besi dan lain-lain sehinga berwarna lebih merah atau membentuk struktur tanah.

Bss : Terdapat bidang kilir akibat gesekan agregat tanah yang mengembang bila basa dan mengkerut bila kering.

5. Horison C

Bahan induk , sedikit terlapuk, sehingga lunak dan dapat ditembus akar tanaman.

6. Horison R

Batuan keras yang belum dilapukkan. Tidak dapat di tembus akar tanaman.

7. Horison Peralihan

AB : Horison peralihan dari A ke B, tetapi lebih menyerupai A (A3).

BA : Horison peralihan dari A ke B, tetapi lebih menyerupai B (B1).

BC : Horison peralihan dari B ke C, tetapi lebih menyerupai B (B3).


Keterangan :

Perlu dijelaskan bahwa tanah tidak selalu mempunyai susunan horison seprti tersebut di atas. Horison O hanya terdapat pada tanah hutan yang belum digunakan untuk usaha pertanian atau di daerah rawa-rawa. Banyak tanah yang tidak mempunyai horison E karena tidak terjadi proses pencucian dalam pembentukan tanah tersebut. Di samping itu, ada pula tanah yang mempunyai horizon A dan C karena proses pembentukan tanahnya baru pada tingkat pemulaan.

11.3. Pembentukan Profil Tanah

Dalam pembentukan profil tanah terjadilah berbagai proses, misal :
1 Penambahan bahan-bahan dari tempat lain ketanah, misalnya :

Ø Penambahan air hujan, embun dan lain-lain.

Ø Penambahan O2 dan CO2 dari atmosfer.

Ø Penambahan N, Cl, S dari atmosfer dan cura hujan.

Ø Penamban bahan organik dari sisa tanaman dan hewan.

Ø Bahan endapan.

Ø Energi dari sinar matahari.
2 Kehilangan bahan-bahan yang ada di tanah, misalnya :

Ø Kehilangan air melalui penguapan.

Ø Kehilangan N melalui proses denitrifikasi.

Ø Kehilangan tanah karena erosi.

Ø Kehilangan energi karena radiasi.

Ø Kehilangan C karena dekomposisi.

3 Perubahan bentuk (transformation), misalnya :

Ø Perubahan bahan orhanik kasar menjadi humus.

Ø Penghancuran pasir menjadi debu, lalu menjadi liat.

Ø Pembentukan struktur tanah.

Ø Pembentukan konkresi.
4 Pemindahan dalam solum, misalnya :

Ø Pemindahan liat, bahan organik, Fe, Al, dari lapisan atas ke lapisan bawah.

11.4 Faktor pembentuk tanah :

1. Bahan Induk

Bahan induk berpengaruh terhadap pembentukan tanah melalui : perbedaan laju pelapukan, nutrisi yang terkandung dalam bahan induk tsb, dan partikel yang terkandung (misal sandstone = pasir; shales = clay). Hasil pelindihan, translokasi dan transformasi oleh air maupun organisme menunjukkan bahwa tanah mengalami perkembangan. Pembentukan clay didukung oleh persentase yang tinggi dari mineral gelap mudah terdekomposisi dan sedikit kuarsa.

2. Iklim

Iklim merupakan faktor dominan yang semakin meningkat seiring dengan meningkatnya waktu. Faktor iklim yanag utama adalah presipitasi dan temperatur.

3. Organisme

Perbedaan vegetasi, makro dan mikro organisme yang ada diatas tanah maupun dalam tanah, manusia dalam managemen lahannya.

4. Topografi (relief)

berpengaruh terhadap pembentukan tanah melalui pengaruhnya terhadap air dan temperatur.

5. Time :

waktu yang diperlukan tanah untuk berkembang ® pembentukan lapisan-lapisan/horizon (genetik horizon). Horison berkembang sangat cepat pada daerah yang hangat, humid, berhutan karena cukup air. Pada kondisi yang ideal, profil tanah dapat terbentuk selama 200 tahun, sedang pada kondisi yang kurang mendukung dapat terbentuk ribuan tahun.

BAB III

Kesimpulan

Dari hasil mkalah sya dapat menyimpulkan, bahwa :

Ø Profil Tanah adalah irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga ke batuan induk tanah.

Ø Horison tanah adalah lapisan-lapisan tanah yang terbentuk karena hasil dari proses pembentukan tanah

Ø Proses pembentukan horison-horison tersebut akan menghasilkan benda alam baru yang disebut tanah.

Ø Dalam pembentukan profil tanah terjadilah berbagai proses, misal :

1. Penambahan bahan-bahan dari tempat lain ketanah.

2. Kehilangan bahan-bahan yang ada di tanah.

3. Perubahan bentuk (transformation).

4. Pemindahan dalam solum.

Ø Faktor pembentukan tanah :

1. Bahan induk,

2. Iklim ,

3. Organisme,

4. Topografi (relief)

5. Time (waktu)



Daftar pustaka

Arsyad, s. 1979. Konservasi tanah. Jurusan tanah, fakultas pertanian. Institut pertanian bogor.

Baldwin, M. 1980. ilmu tanah. Jurusan tanah, Fakultas Pertanian.

Akademika pressindo : jakarta

Hardjowigeno, Sarwono.2007.ilmu tanah. Jurusan tanah, Fakultas Pertanian. Akademika pressindo : jakarta

Sarwono, Dkk. 1976. Konservasi tanah. Jurusan tanah, fakultas pertanian. Institut pertanian bogor.

Wirjodihardjo, m. 1964. Ilmu tanah. Jilid 2. Pradjnyaparamita. Jakarta.

Post a Comment